Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Laba Bank Mega Tak Sesuai Harapan
Selasa, 25 Maret 2008 | 15:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Laba bersih PT Bank Mega Tbk pada 2007 tidak sesuai target yang diharapkan, yaitu Rp 750 miliar. Meskipun naik 243,2 persen dari tahun 2006 sebesar Rp 151,7 miliar, laba bersih perseroan tahun lalu tercatat hanya mencapai Rp 520,7 miliar.


"Target tidak tercapai karena kami batal menjual obligasi pemerintah (Surat Utang Negara/SUN) sebesar Rp 500 miliar," ujar Presiden Direktur Bank Mega, Yungky Setiawan hari ini (25/3) dalam paparan publiknya di Jakarta.

Ia menjelaskan jika tahun lalu obligasi itu jadi dijual maka pendapatan (revenue) perseroan akan berkurang karena tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) masih 50 persen. Jika SUN tidak terserap maka akan masuk ke
Sertifikat Bank Indonesia yang memilki tingkat bunga hanya 8 persen. "Jadi ketika itu kami melihat ada gap minus 3 persen antara SUN dan SBI,"
katanya.

Rencana penjualan SUN, ia mengungkapkan, masih tetap berjalan tahun ini. Target keuntungan penjualannya diperkirakan mencapai Rp 240 miliar, dari total SUN yang dimiliki Bank Mega sebesar Rp 7 triliun. "Kami menunggu
pasar stabil. Tunggu timing untuk dapat untung yang besar seperti tahun lalu," ungkap Yungky. Oleh karena itu target laba bersih 2008 lebih kecil dari tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 732 miliar.

Bank Mega juga akan menerbitkan obligasi akhir tahun ini dalam rangka peningkatan modal perseroan yang baru mencapai Rp 3 triliun. Targetnya, tahun 2010 nanti perseroan akan menjadi bank nasional, dengan modal minimum Rp 10 triliun.

Sejalan dengan rencana itu, Bank Mega juga masih minati rencana mengakuisisi sebuah bank lokal. Yungky mengaku belum minati bank manapun. "Kami terbuka untuk itu. Tapi belum ada pembicaraan serius," ungkapnya.

Dalam bidang kredit, Bank Mega menyalurkan Rp 14 triliun pada tahun lalu. Peningkatan tertinggi pada kredit komersial sebesar 120,7 persen dari Rp 966,8 miliar akhir 2006 menjadi Rp 2,1 triliun. Kredit korporasi meningkat
68,1 persen dai Rp 3,8 triliun menjadi Rp 6,5 triliun.

"Portofolio kredit korporasi kami banyak di pembiayaan infrastruktur, seperti jalan tol di Makasar, tol bandara Surabaya, dan tol BSD (Bumi Serpong Damai)," ujar Yungky. Minggu ini sampai akhir Maret nanti, perseroan akan menyalurkan kredit sebesar Rp 400 miliar untuk pembiayaan proyek industri kertas dan refinancing perusahaan properti.

Sorta Tobing


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119771 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data