|
Pratama Yakinkan Sistem Kliring Aman
Rabu, 26 Maret 2008 | 00:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Operator telekomunikasi diminta tak perlu khawatir dengan Sistem Kliring Traffic Telekomunikasi (SKTT) yang akan dilaksanakan oleh PT Pratama Jaringan Nusantara mulai bulan depan.
Direktur Pratama Mas Wigrantoro Roes Setiyadi menjelaskan, secara teknis perusahaannya sudah lulus uji layak operasional. Ditawarkan pula pemilikan di Pratama sehingga wakil-wakil operator bisa terlibat dalam operasional. Jika terjadi kekurangan, operator akan mengetahui dan para wakil mereka akan ikut memperbaiki.
Soal keamanan data dan kemungkinan penyalahgunaan data, menurut dia, pun sudah diantisipasi. "Kami menandatangani non disclosure agreement dengan BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia)dan BRTI dengan operator. Jadi tak perlu khawatir karena kami juga kepanjangan tangan pemerintah," katanya ketika dihubungi di Jakarta kemarin.
SKTT adalah sistem pencatat setiap koneksi telekomunikasi antarpelanggan. Sistem ini menggantikan Sistem Otomatisasi Kliring Indonesia (SOKI) untuk kliring antaroperator yang dibentuk operator. Sejak Februari 2004, pemerintah menetapkan PT Pratama Jaringan Nusantara sebagai penyelenggara SKTT.
Pemerintah pun meminta 12 operator sudah bersikap pada awal bulan depan. "Apakah mau ikut serta atau tidak dalam SKTT," kata Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar. Ia menuturkan, implementasi SKTT adalah salah satu dari tiga agenda utama direktoratnya yang mesti dilaksanakan pada April 2008, selain penyesuaian tarif interkoneksi dan penerapan kode akses bersama.
PT Bakrie Telekom Tbk., operator Esia, belum memastikan ikut SKTT. Menurut Direktur Corporate Services Bakrie Telekom Rakhmat Junaidi, manajemen masih mempelajari opsi-opsi hasil uji tuntas (due diligence) Asosiasi Kliring Interkoneksi Telekomunikasi (Askitel) dengan Pratama. "Ini harus dilakukan sebelum membawa ke pemegang saham," ujarnya. (Koran Tempo, 25 Maret)
Pratama pun menunggu sikap para operator. "Tinggal menunggu dari mereka, ikut atau tidak. Kalau ikut, dalam tempo satu bulan siap operasi," ujar Mas Wigrantoro. Ia yakin operator segera memberikan jawaban karena hal ini menentukan kredibilitas mereka. Apalagi, tim konsultan bentukan operator sudah selesai melakukan penilaian untuk menentukan langkah bisnis mereka.
Dian Yuliastuti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|