|
BI Indikasikan Tahan Suku Bunga
Kamis, 27 Maret 2008 | 15:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) mengindikasikan akan menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 8 persen. Langkah ini dilakukan menyusul kemungkian tingginya inflasi karena tekanan inflasi dunia akibat melonjaknya harga komoditas.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom mengatakan harga komoditas dunia saat ini tinggi. Dampaknya sudah terlihat dari inflasi pada Januari, Februari, dan Maret. "Respon Bank Indonesia harus tepat, kita harus lihat apakah inflasi yang naik ini perlu disikapi dengan suku bunga,"kata Miranda di Menara Exsekutif Jakarta.
Bank Indonesia memproyeksikan inflasi dalam beberpa bulan mendatang akan tetap tinggi. Ini disebabkan kenaikan harga komoditas penting di pasar internasional. Dia melanjutkan, kenaikan harga komoditas itu tidak pernah diperkirakan sebelumnya. Sebab saat ini komoditas menjadi alternatif yang menarik bagi investor dalam mengelola dananya.
Kenaikan harga menyebabkan nflasi inti melonjak. Itu sebabnya meski asumsi suku bunga SBI 3 bulan sudah disepakati 7,5 persen, BI tetap memakai asumsi 8 persen dalam perhitunganya.
Eko Nopiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|