Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Setoran Privatisasi BUMN Dipangkas
Jum'at, 28 Maret 2008 | 02:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat memangkas setoran privatisasi Badan Usaha Milik Negara tahun ini menjadi Rp 500 miliar. Sebelumnya, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2008, setoran privatisasi BUMN telah ditetapkan Rp 1,5 triliun.

Anggota Panitia Kerja (Panja) Privatisasi Dewan Perwakilan Rakyat Hasto Kristianto menjelaskan, keputusan itu adalah respon terhadap gejolak di pasar global yang mempengaruhi pasar Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari semangat meringankan defisit pembiayaan. "Kami menurunkan target setoran privatisasi ke APBN dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 500 miliar," kata Hasto seusai rapat kerja antara Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Komisi BUMN di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Namun, menurut dia, pemerintah dan DPR belum memutuskan badan usaha yang akan menutup target setoran privatisasi tersebut. "Kami belum melihat (BUMN yang harus diprivatisasi), masalah itu belakangan," kata politikus dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Untuk menambal defisit anggaran akibat pemangkasan itu, Panitia Kerja akan menaikkan pembiayaan dari penjualan aset program restrukturisasi perbankan menjadi Rp 3,85 triliun. Sebelumnya pemerintah mematok Rp 600 miliar dari penjualan aset perbankan. Di dalamnya termasuk aset-aset yang dilelang oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara Said Didu juga melontarkan alasan senada. Pemangkasan setoran dividen disebabkan kondisi pasar yang tidak bagus. Meski demikian, pemerintah tetap harus menjual perusahaan pelat merah untuk mengamankan anggaran belanja. "Hanya saja target nilai diturunkan ke angka rasional dan bisa berubah lagi," kata Said seusai rapat kerja.

Dia meyakini penjualan BUMN tidak akan bermasalah. Alasannya selain penjualan dilakukan dengan memilih mitra strategis (strategic sale), pemerintah juga masih memiliki saham minoritas. "Itu pun tidak terkait dengan harga saham, karena itu adalah harga aset," kata Said.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil mengatakan pemerintah tetap akan menyiapkan perusahaan pelat merah yang akan dijual. Hasilnya tidak disetorkan ke APBN, melainkan dikembalikan untuk perusahaan. "Jadi ada dua hal yang harus dibedakan, yaitu privatisasi untuk setoran APBN dan privatisasi untuk menyehatkan BUMN," kata Sofyan di gedung DPR.

Tentang peningkatan nilai dari penjualan aset, dia optimistis skema tersebut bisa terealisasi. "Pokoknya apa saja yang bisa diusahakan dari PPA akan kami lakukan tahun ini, karena sebelumnya sudah mendapat persetujuan," kata dia.

WAHYUDIN FAHMI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sejumlah BUMN Diminta Siapkan Proses Go Public
Pemerintah Bentuk 2 BUMN Pelayanan Undara
Sistem Gaji Direksi BUMN Akan Diperbaiki
Regulasi Piutang BUMN Agar Diubah
BUMN Tak Minta Utang RDI Dihapuskan
Pemerintah Rombak Regulasi Direksi BUMN

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119972 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar
Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data