IHSG Bergantung Estimasi Inflasi

Jum'at, 28 Maret 2008 | 09:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai bursa Indonesia masih terbuka kendati bursa regional selama beberapa hari ini terus melorot.

Analis PT BNI Securities M. Alfatih menuturkan, pada masa-masa akhir bulan, pengaruh estimasi inflasi dalam negeri menjadi faktor terpenting bagi pelaku pasar di Bursa Saham Indonesia (BEJ). Saat ini, kata dia, pasar masih melihat positif estimasi angka inflasi Maret 2008.

"Meski pasar regional terus melemah, dua hari perdagangan kemarin menunjukkan faktor regional kurang berpengaruh," katanya kepada Tempo, Jumat (28/3).

Selain itu, peluang penguatan juga didukung perdagangan tambang dan emas di bursa komoditas yang terus atraktif. Alhasil, saham-saham emiten tambang tetap bisa mendukung penguatan. Demikian pula dengan rencana beberapa pengembang yang akan menaikkan harga perumahan.

"Selama ini sektor properti kruang bergerak. Jika sektor ini naik, akan lebih positif bagi bursa," ujarnya.

Namun, dia mengingatkan, posisi IHSG pada penutupan perdagangan kemarin, yakni di 4.451,350, merupakan posisi yang resisten terhadap pengaruh negatif. Artinya, jika faktor penguatan tak lagi mendukung, tak tertutup kemungkinan pasar akan jatuh.

Dia memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berkisar di 2.460-2.500, dengan support di posisi 2.400. "Angka 2.460 cukup penting untuk masa akhir pekan ini," katanya.

IHSG pada perdagangan kemarin, Kamis (27/3), ditutup naik tipis 10,710 poin (0,44 persen) ke level 2.451,350. Indeks LQ-45 naik 2,396 poin (0,46 persen ke posisi 526,166. Begitu juga Jakarta Islamic Index (JII) yang naik ke posisi 449,071.

Agoeng Wijaya

TOPIK






Komentar Anda

Kirim