Rupiah Diprediksi Kembali Melemah

Jum'at, 28 Maret 2008 | 09:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rupiah diperkirakan akan kembali melemah akibat turunnya bursa global dan perkiraan inflasi Maret 2008 yang negatif.

Pengamat pasar uang PT Bank Century Tbk Frans Darwin Sinurat mengatakan, tanda-tanda turunnya nilai tukar rupiah sudah tampak di awal perdagangan hari ini ketika tergelincir ke 9.230 per dolar AS. Meski demikian, nilai pembukaan perdagangan tadi akan naik-turun sepanjang hari ini.

"Sore nanti rupiah akan kembali menguat, tapi kemungkinan tetap melemah jika dibandingkan hasil kemarin," kata Frans kepada Tempo, Jumat (28/3). Pada perdagangan kemarin, rupiah ditutup di posisi 9.195 per dolar AS.

Dia memprediksi, rupiah belum akan beranjak menguat dari kisaran 9.200 per dolar AS.

Frans menuturkan, faktor utsms pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya permintan terhadap dolar AS oleh korporasi, terutama importir, untuk pembayaran utang. Bursa regional yang melemah juga sangatkuat menyeret rupiah ke arah negatif.

Pasar saham Amerika Serikat pada perdagangan kemarin anjlok 120,4 poin. Sedangkan, angka inflasi dalam negeri bulan Maret 2008 hampir bisa dipastikan cukup tinggi.

Walau begitu, menurut dia, seharusnya penguatan rupiah tetap terbuka pada perdagangan akhir pekan ini. "Dolar AS terus jatuh terhadap mata uang lainnya, seharusnya terhadap rupiah juga," ucapnya.

Agoeng WIjaya






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: