|
Pemilihan Calon Gubernur BI
Presiden Panggil Tokoh Publik
Jum'at, 28 Maret 2008 | 19:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masukan dari tokoh dan pengamat ekonomi tentang calon Gubernur Bank Indonesia.
Pertemuan yang dilakukan di kantor presiden itu dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 14.30 WIB, dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, mantan Gubernur Bank Indonesia Arifin Siregar dan Adrianus Moy.
Selain itu Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Departemen Keuangan Anny Ratnawati, Direktur Bank Rakyat Indonesia Sofyan Basir, Komisaris Utama Bank Mega Chairul Tanjung, Komisaris Utama PT Bank Mandiri Tbk Edwin Gerungan, Komisaris Utama Jarum Budi Hartono dan CEO Northstar Pacific Patrick Waluyo.
Pada sesi kedua yang dimulai pukul 16.00 WIB, Presiden meminta masukan dari Rektor Universitas Sriwijaya Badia Perizade, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Ainun Na'iem, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Bambang Soemantri Brojonegoro, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Chatib Basri.
Selain itu ekonom seperti Mirza Aditya, pemilik Harian Republika Erick Tohir, Pemimpin Redaksi Kompas Bambang Sukartiono, Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Ahmad Djauhar, Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Bambang Harimurty dan Pemimpin Redaksi Investor Daily Primus Dorimulu.
Usai pertemuan tersebut, Burhanuddin Abdullah mengatakan Presiden meminta bermacam masukan. Namun dalam pertemuan itu tidak dibahas tentang figur melainkan kriteria calon yang diajukan.
Calon yang akan menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia, kata Burhanuddin, adalah orang-orang yang dapat diterima di pasar, mengerti ekonomi makro dan moneter. "Juga memahami dampak kebijakan terhadap berbagai segi kehidupan, baik sosial maupun politik. Jadi banyak sekali kriterianya yang tadi disampaikan," katanya.
Mantan Gubernur Bank Indonesia Adrianus Mooy juga mengaku memberikan masukan kepada Presiden tentang calon komandan bank sentral. Namun dia menolak menjelaskan lebih jauh. "Nanti saja lah," katanya.
Presiden akan memilih calon yang sesuai dengan Undang-undang. Kriteria tersebut antara lain kredibel, warga negara Indonesia, berakhlak baik, punya pengetahuan dan pengalaman di bidang perbankan. Selain itu calon yang diajukan juga harus menguasai bidang moneter, keuangan, hukum atau hukum perbankan. "Baik sekali kalau banyak saran-saran dari berbagai pihak. Supaya jangan lagi timbul penilaian yang nanti dianggap subjektif," kata Kalla. Dia mengakui, calon yang akan diajukan harus memenuhi aspek politis agar diterima DPR.
Rabu lalu, Menteri Koordinator Perekonomian Menteri Koordinator Perekonomian Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengundang sejumlah kalangan di Jakarta, kemarin. Secara bergiliran beberapa pengamat, perbankan, akademisi dan praktisi pasar keuangan datang memenuhi undangan tersebut. Beberapa di antaranya adalah analis perbankan Mirza Adityswara, ekonom Chatib Basri, Komisaris Utama Bank Mandiri Edwin Gerungan, dan sejumlah pimpinan redaksi media massa.
Pemerintah, seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, tidak mau calon yang diajukan ditolak lagi oleh DPR. Sebelumnya, dua usulan pemerintah, yakni Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo dan Wakil Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset, Raden Pardede ditolak oleh DPR.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan wajar bila pemerintah meminta saran sejumlah pengamat dan tokoh ekonomi soal calon Gubernur Bank Indonesia. "Itu biasa, Presiden meminta pandangan masyarakat, sebab ini jabatan publik yang sangat penting," kata Kalla di Jakarta.
FANNY FEBIANA I NININ DAMAYANTI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|