Pemerintah Akui Sulit Tarik Investor di Industri Padat Karya

Sabtu, 29 Maret 2008 | 14:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengakui sulit menarik investor asing maupun lokal di industri padat karya. Salah satunya karena masalah ketenagakerjaan di mana sikap buruh yang radikal menakutkan bagi calon investor tersebut.

"Kalau buruh sikapnya radikal, investor pasti ketakutan untuk investasi besar-besaran di industri padat karya," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menutup Musyawarah Nasional VIII Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jumat malam (28/3) di Jakarta.

Berbeda halnya dengan investor padat modal, menurut dia, yang tidak takut dengan sikap buruh tersebut karena jenis usahanya tidak banyak menyerap tenaga kerja. "Investor padat modal seperti pertambangan dan mineral tidak pernah takut investasi di Indonesia," tuturnya.

Karena itu, Kalla mendukung sikap Apindo yang akan membentuk forum bipartit hingga di pemerintah daerah tingkat dua sebagai wadah penyelesaian masalah pengusaha dan serikat pekerja. "Jangan sedikit-sedikit bicarakan PHK, tapi selesaikan dengan dialog dulu," katanya.

Sebab, menurut dia, baik pemerintah, pengusaha maupun tenaga kerja pada dasarnya saling membutuhkan. Pemerintah ingin ada pembukaan lapangan kerja yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pengusaha ingin mendapat keuntungan dari berusaha, sedangkan tenaga kerja ingin mendapat kesejahteraan.

RR Ariyani






Komentar Anda

Kirim