Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aksi 'Sandera' Pesawat Batavia Air Dikecam
Sabtu, 29 Maret 2008 | 15:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kaukus Penerbangan Dewan Perwakilan Rakyat mengecam aksi sejumlah calon penumpang pesawat Batavia Air jurusan Jakarta-Jambi yang memaksa dilayani dengan pesawat lain karena penerbangannya tertunda (delay). Aksi itu dinilai menjurus pada tindak pidana. "Apa pun alasannya tidak dapat dibenarkan, dapat disamakan dengan pembajakan," kata Ketua Kaukus, Alvin Lie kepada Tempo via pesan singkat, Sabtu (29/3).

Aksi semacam penyanderaan itu dinilai sangat serius sehingga harus diperhatikan semua pihak terkait. "Bukti keamanan bandara kita sangat rapuh," ujarnya.

Menurut dia, calon penumpang yang pesawatnya delay sebaiknya menempuh cara lain semisal minta ganti uang tiket, kompensasi ke maskapai bersangkutan, atau minta pengalihan penerbangan.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Jumat sore memang terjadi semacam penyanderaan pesawat sebagai buntut dari kekesalan 139 calon penumpang pesawat Batavia Air jurusan Jambi yang sudah terlambat sekitar 2,5 jam. Pihak maskapai belum berani menerbangkan pesawat karena ada indikasi kerusakan pada instrumen radar.

Pukul 16.00 saat pesawat dari Palangkaraya mendarat, 10 orang dari calon penumpang menghambur dan minta dilayani dengan pesawat yang seharusnya akan diterbangkan lagi ke Denpasar itu. "Mereka emosi karena terlambat lama, dan ada keluarga yang meninggal di Jambi," kata
Administrator Bandara Soekarno-Hatta Herry Bhakti.

Namun pesawat yang disandera itu tidak dapat mengangkut seluruh penumpang karena kapasitas kurang 15 kursi. Akhirnya pihak Batavia Air dan calon penumpang menyepakati solusi lain yakni penerbangan berikutnya dan pemberian sejumlah kompensasi delay.

Harun Mahbub

Dari Arsip Majalah TEMPO
Biar Publik Memutuskan | 03 Januari 2005
OneworldTM, Penyatuan Lima Maskapai Penerbangan Terkemuka di Dunia  | 27 Oktober 1998
Ramai Terbang Tak Pasti Untung | 15 November 2004
Terbang ala Truk, Maskapai Ambruk  | 03 Mei 2004
Bisnis Sepekan | 26 April 2004
Mengharap Garuda Terbang Tinggi  | 19 April 2004
Spacelab, langkah pertama | 10 Desember 1983
Petualangan di antariksa | 17 Desember 1983
Misi Hasyim Untuk Rabuka | 28 November 1987
Dan JAL Jadi Swasta | 05 Desember 1987
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Karyawan Adam Air Menuntut Kepastian
Adam Air Proses Refund Dalam 10 Hari
21 Maret Jadi Batas Akhir Adam Air
Global Transport Bantah Lakukan Penarikan Investasi Adam Air
Calon Penumpang Adam Air Kembalikan Tiket
Adam Air Terancam Dibekukan
Indonesia Belum Siap Liberalisasi Kargo Udara
Penerbangan Jakarta-Abu Dhabi Laris
Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan
Etihad Terbang ke Cina
> selengkapnya...

Referensi

Terjerembab
Lalai Membalas Surat

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
PT Garuda Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120059 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data