|
Penjualan Emisi Carbon dengan Singapura Terancam Dibatalkan
Senin, 31 Maret 2008 | 13:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perjanjian penjualan emisi karbon dengan beberapa perusahaan asal Singapura di perkebunan cokelat di Irian Jaya Barat (Irjabar) terancam dibatalkan. Demikian dikatakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, pada Sabtu (30/3) di Jakarta.
"Saya sudah meminta kepada gubernur Irjabar untuk membatalkan perjanjian itu," kata Ical, panggilan akrab Aburizal, dalam pidato sambutan rapat koordinasi nasional bidang pangan dan agribisnis Kamar Dagang dan Industri.
Selama ini, ujarnya, skema pembagian hasil jual dengan perusahaan Singapura dinilai tidak adil dan sangat menguntungkan negara tersebut.
Ical mengatakan skema pembagian keuntungan hasil jual beli karbon di Irjabar adalah 61 persen untuk Singapura, 25 persen masuk kas pemerintah daerah Irjabar dan hanya 14 persennya saja yang menjadi milik masyarakat lokal.
"Pembagian keuntungan seperti itu jelas tidak adil, jadi batalkan sajalah," kata dia.
ARTI EKAWATI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|