|
Harga CPO Naik Ekspor Malah Turun
Selasa, 01 April 2008 | 19:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekspor minyak sawat (crude palm oil/CPO) turun. Produk ekspor yang masuk golongan lemak dan minyak hewan/nabati itu mengalami penurunan hingga US$ 556,2 juta selama Februari 2008. Pada Januari 2008, ekspor lemak dan minyak hewan/nabati mencapai US$ 1,598 miliar sementara pada Februari hanya tercatat US$ 1,041 miliar.
Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa BPS Agus Suherman mengaku heran dengan fenomena itu. "Di pasar dunia harganya tinggi tetapi kenapa nilai ekspornya justru turun. Saya tidak tahu apa penyebabnya," kata Agus, Selasa (1/4).
Agus mengaku tidak tahu apakah penurunan tersebut akibat penyelundupan yang dilakukan produsen akibat tingginya pungutan ekspor. Data ekspor yang diperoleh BPS dicatat dari dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. "Kalau tidak ada dokumennya ya tidak dicatat," kata Agus.
Deputi Kepala BPS Bidang Statistik Distribusi Ali Rosidi menambahkan, praktik penyelundupan itu memang terjadi. Modusnya, kata dia, penyelundupan berkedok perdagangan antarpulau. "Perdagangan antarpulau lalu lari ke luar negeri," katanya.
AGUS SUPRIYANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|