Partai Demokrat Yakin Boediono Bakal Lolos

Selasa, 01 April 2008 | 20:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan yakin Boediono bakal lolos dengan mulus untuk menduduki jabatan Gubernur Bank Indonesia. "Saya yakin itu. Siapa sih yang tidak tahu dia?" kata Syarief kepada Tempo melalui telepon, Selasa (1/4).

Senada dengan Syarief, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Anna Muawanah mengatakan figur Boediono dinilai sudah senior, punya pengalaman menjabat berbagai posisi penting mulai dari Direktur di Bank Indonesia, Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, dan Menteri Koordinator Perekonomian.

Kemampuannya di bidang makro tidak diragukan lagi. "Boediono sudah pantas lah," kata Anna dihubungi Tempo. Mudah-mudahan, kata dia, semua pihak mendukung.

Namun, menurutnya, tetap ada catatan-catatan kritis yang disasarkan kepada Boediono, misalnya kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. "Tapi itu kan fenomena krisis. Siapapun pejabatnya waktu itu pasti terlibat ikut memutuskan di sana," kata dia.

Soal siapa yang bakal mengisi posisi Menteri Koordinator Perekonomian, Anna mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyiapkan calon penggantinya. Presiden harus berhitung benar di masa transisi.

"Kalau keputusan politik (DPR) menetapkan Boediono jadi Gubernur BI maka pastinya ada masa transisi untuk menetapkan siapa pengganti Boediono," kata Anna.

Siapa sosok yang pantas jadi Menko Perekonomian? "Itu hak prerogratif presiden," kata dia. Menurutnya, banyak tokoh berkualitas untuk posisi itu. Misalnya, "Rizal Ramli," kata Anna.

Syarief Hasan mengatakan, soal siapa pengganti Boediono merupakan hak prerogratif presiden. "Jadi semua tergantung beliau mau pilih siapa. Partai tidak ikut-ikut," kata Syarief.

Ditanya bukankah posisi menteri jadi rebutan partai-partai politik, Syarif menjawab tidak masalah kalau partai lain berebut. "Biarin saja, kalau partai lain pingin ya tidak apa-apa," kata dia. "Kalau sekedar usul sih boleh saja, tapi kembali itu prerogratif presiden," kata dia.

Ditanya apakah posisi Menko sengaja dikosongkan dan fungsi koordinasi bidang ekonomi bakal ditangani langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Syarief menjawab tidak tahu soal skenario itu. Tapi, menurutnya, ide itu menarik. "Kalau bisa dilakukan ya sah-sah saja. Malah bagus untuk efisiensi dan efektifitas," kata dia. Bakal seperti apa nantinya, "Kita lihat saja nanti," kata Syarief.

AGUS SUPRIYANTO






Komentar Anda

Kirim