Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Industri Hilir Kurangi Penyerapan Baja
Rabu, 02 April 2008 | 03:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Industri hilir dalam negeri mengurangi konsumsi baja sebagai bahan baku akibat lonjakan harga baja canai panas (hot rolled coal/HRC). Harga baja canai panas telah menembus US$ 1.000 per ton dan membuat industri hilir tak mampu menyerap baja.

Menurut Ketua III Gabungan Pengusaha Seng Indonesia, Agus Salim, saat ini industri seng telah mengurangi produksi hingga 50 persen. "Harga baja canai dingin (cold rolled coal/CRC) telah tembus US$ 1.100 per ton," ujarnya, Selasa (1/4). Produsen seng menggunakan baja canai panas sebagai bahan baku. Baja canai dingin merupakan produk lanjutan dari baja canai panas.

Dia mengungkapkan, sebanyak 16 perusahaan seng sejak kenaikan baja telah mengurangi produksi karena tak mampu membeli baja dengan harga terlalu tinggi. "Kami benar-benar terimpit dan tak berani untuk membeli bahan baku," kata Agus. Selain harga baja yang terus naik, ujarnya, daya beli masyarakat mengalami penurunan, sehingga produsen tak berani menaikkan harga jual.

Agus mengharapkan, pemerintah membantu industri hilir dengan menurunkan bea masuk baja canai dingin. Saat ini bea masuk baja canai dingin sebesar 10 persen. “Kami inginkan turun menjadi 2,5-5 persen," ujarnya. Penurunan bea masuk baja canai dingin ini, kata dia, akan membantu industri hilir untuk melanjutkan proses produksi.

Menurut Ketua Umum Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Ahmad Safiun, kebijakan penerapan bea masuk antidumping (BMAD) terhadap produk baja canai panas impor dari lima negara, yakni China, India, Rusia, Taiwan, dan Thailand, semakin membuat harga baja melonjak drastis. "Kami kehilangan pasar baja murah. Dari lima negara ini harga baja dijual lebih murah," katanya.

Safiun mengatakan, kemungkinan selama semester pertama tahun ini, konsumsi baja oleh industri hilir dapat berkurang 30-40 persen. Kemungkinan terburuk kondisi ini membuka peluang bagi importir baja hilir, terutama dari Cina semakin ekspansif. " Tak bisa dibiarkan saja," tuturnya.

Harga baja canai panas untuk pengiriman Mei sudah menembus US$ 1.000 per ton. Bahan baku baja yakni iron ore atau bijih besi dan slab terus mengalami kenaikan. Harga slab untuk pengiriman Mei antara US$ 950-960 per ton. Padahal pada bulan sebelumnya sebesar US$ 765 per ton dan pada Januari sebesar US$ 500 per ton.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran PT Krakatau Steel, Irvan Hakim Kamal memberikan sinyal kemungkinan industri hilir dalam negeri akan mengurangi konsumsi baja. Perusahaan bersiap mengekspor produk baja apabila tak mampu diserap dalam negeri. Ekspor akan dilakukan ke Singapura, Malaysia, Jepang dan Australia. "Selama ini kami ekspor ke sana, tapi kami mengurangi volume dan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri," ujarnya.

YULIAWATI | ALI NY


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tahun Ini Industri Manufaktur Stagnan
Krakatau Steel Jajaki Aliansi Dengan Perusahaan Baja Dunia
BlueScope Steel Investasi US$ 101 Juta
KHI Pipe Ekspor Pipa Baja Senilai US$ 4,3 juta
Pertumbuhan Industri Masih Lambat
Pengembangan Industri Baja di Kalimantan Selatan
Industri Baja Terintegrasi Layak Insentif
Industri Baja Keluhkan Kenaikan TDL
Pemerintah Perketat Standardisasi Baja
Krakatau Steel Gandeng Bluescope Suplai Asia
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120229 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data