|
Pemerintah Akui Risiko Pelambatan Ekonomi
Kamis, 03 April 2008 | 19:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengakui pertumbuhan ekonomi berisiko melenceng dari target 6,4 persen yang ditetapkan pemerintah dalam anggaran pendapatan dan belanja negara.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan turunnya angka pertumbuhan dapat dibatasi bila seluruh kebijakan pemerintah dapat mengamankan tekanan-tekanan eksternal. "Itu bisa diatur dengan baik, tapi risiko terhadap beban masih tetap ada," katanya seusai rapat kabinet terbatas di kantor Presiden, Jakarta.
Sebelumnya, Bank Pembangunan Asia mempublikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya 6 persen. Angka ini lebih rendah dibanding target yang dipatok pemerintah sebesar 6,4 persen.
Selain ekonomi melemah, laju inflasi tahun ini diramalkan 6,8 persen, lebih tinggi daripada target pemerintah 6,5 persen dan tahun lalu 6,4 persen. Namun, tahun depan inflasi ditaksir lebih rendah, yaitu 6,5 persen, seiring dengan turunnya harga bahan makanan di pasar internasional.
Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengatakan pemerintah tetap memiliki asumsi pertumbuhan ekonomi yang berbeda dengan asumsi Bank Pembangunan Asia. "Kami mempunyai hitungan sendiri. Kalau kinerja cukup baik, tahun ini akan mendekati sasaran," katanya.
Ninin Damayanti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|