Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

LBH Buruh Migran Tolak Penarikan 10 Ringgit Malaysia dari Upah
Jum'at, 04 April 2008 | 09:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga Bantuan Hukum Buruh Migran (LBH BM) dan Institute for Migrant Workers(IWORK) menolak rencana Pemerintah Kerajaan Selangor Malaysia yang akan menarik pungutan RM 10 kepada majikan yang mempekerjakan buruh asing.

Kebijakan ini berdasarkan Undang-undang Pemerintah Kerajaan Malaysia yang menarik 1 persen dari upah buruh migran yang bekerja di Malaysia.

Direktur LBH BM Yudho Sukmo Nugroho mengatakan, seyogianya kebijakan itu untuk menambah pendapatan Kerajaan Selangor dan meningkatkan ketrampilan buruh. Namun menurut Yudho, pada kenyataannya biaya tersebut tidak ditanggung para majikan dan akan dibebankan kepada buruh.

Hal ini kata Yudho semakin membebani penderitaan yang ditanggung oleh buruh migran yang bekerja di Malaysia. Setelah biaya pemberangkatan yang dibebankan ketika masih di Indonesia, lalu lewat pemotongan gaji, beban buruh migrant Indonesia semakin bertambah dengan adanya kebijakan ini. "batalkan Kebijakan tersebut," ujar Yudho, dalam siaran persnya.

Dian Yuliastuti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120435 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data