Bank Indonesia Belum Intervensi Pasar
Jum'at, 04 April 2008 | 11:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia menyatakan belum akan melakukan intervensi pasar meski terjadi resesi global saat ini. "Kami masih sangat hati-hati, tapi kalau di pasar valas, kami terus mencermati," kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah di kantor presiden, Jumat (4/4).
Dia mengakui memang mengakui stabilitas sistem keuangan Indonesia saat ini agak tertekan. "Karena masalah-masalah global yang masih terus berlanjut, yang belum kami lihat ujungnya," katanya.
Bank Indonesia, lanjut Burhanuddin, harus mewaspadai kondisi ekonomi saat ini. "Itu juga kan tentu akan mempengaruhi neraca pembayaran kita, kepada ekspor kita. Ini harus diwaspadai," kata Burhanuddin.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar saat ini, kata Burhanuddin, masih relatif stabil. "Pada Rp 9.200 per dolar AS," kata Burhanuddin.
Sistem perbankan Indonesia saat ini pun, masih terjaga. "Karena CAR (rasio kecukupan modal) kita cukup tinggi meskipun terjadi penurunan harga SUN (Surat Utang Negara)," kata Burhanuddin.
Kredit macet (Non Performing Loan) pun masih meningkat sedikit sekali. "Masih di bawah 5 persen dan saya kira masih cukup terjaga lah," kata Burhanuddin.
FANNY FEBIANA
Topik :




Komentar Anda :