|
Presiden Pastikan Defisit Anggaran Membengkak
Senin, 07 April 2008 | 16:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan defisit anggaran membengkak. Pemerintah akan kembali melihat sejumlah asumsi perekonomian. "Kami ingin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sustainable," ujarnya, pada sidang kabinet paripurna di Sekretarian Negara, Senin (7/4).
Yudhoyono memastikan, subsidi bakal naik pada tahun ini. Namun, kata dia, besaran subsidi harus diatur agar angagran tetap kredibel.
Sidang kabinet yang diikuti seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu, kepala lembaga pemerintah Nondepartemen, badan usaha milik negara, dan gubernur membahas langkah ekstra menghadapi dampak ekonomi global.
Resesi ekonomi yang terjadi saat ini, kata Yudhoyono, dipicu oleh tiga isu krisis, yaitu minyak, pangan dan gejolak keuangan global.
Dia menjelaskan, gejolak ekonomi global mengakibatkan kenaikan harga pangan, harga minyak, persoalan anggaran, tertutupnya pasar ekspor dan investasi serta munculnya protes-protes akibat naiknya harga pangan.
"Kami tidak berdiam diri dan telah menetapkan kebijakan menghadapi inflasi harga pangan," ujar Yudhoyono. Pemerintah, kata dia, memilih peningkatan produksi dan stabilisasi pangan.
Sidang juga membahas langkah-langkah untuk meningkatkan produksi energi dalam negeri beserta diversifikasi dan penghematan energi.
FANNY FEBIANA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|