|
Boediono Terpilih Jadi Gubernur BI
Senin, 07 April 2008 | 18:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui pemungutan suara menyepakati Boediono sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Burhanuddin Abdullah. Dari 46 anggota komisi perbankan yang hadir, sebanyak 45 anggota menerima sementara satu orang menolak.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung selama enam jam 30 menit dari pukul 10.00-16.30 WIB guru besar ekonomi UGM itu dicecar 20 pertanyaan diantaranya BLBI, komitmen pengembangan UKM, sampai mempertanyakan komitmen mempertahankan kesederhanaan.
Ketua komisi perbankan Awal Kusumah mengatakan sebelumnya diusulkan keputusan akan dibuat secara aklamasi, namun karena ada satu orang yang menolak maka keputusan diambil melalui pemungutan suara. "Kami akan sampaikan ke Paripurna," kata Awal di gedung DPR Jakarta, Senin (7/4).
Dalam presentasinya uji kelayakan dan kepatutan, Boediono menyatakan dalam jangka pendek akan mengembalikan semangat kerja BI yang turun karena berbagai kasus yang terjadi. meskipun memakan waktu, kata dia, tapi tidak akan terlalu lama. langkah kedua yang akan dilakukan adalah membentuk gugus tugas guna mengawal kebijakan BI supaya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Untuk jangka panjang, Boediono akan menyusun landasan hukum dan protokol rinci untuk mengambil kebijakan moneter, perbankan, dan fiskal dalam situasi krisis. "Sehingga tidak perlu berdebat karena keputusan harus diambil secara cepat," ujarnya.
Untuk mengendalikan inflasi, Koordinasi dengan instansi di daerah akan ditingkatkan. Sebab, sumber inflasi sebenarnya berasal dari daerah. Sementara untuk tataran internasional, lanjut dia, BI harus meningkatkan koordinasi dan kemampuan diplomasi dengan bank sentral lain.
Di Bidang perbankan, Boediono akan mengembangkan perbankan syariah dan pembiayaan usaha kecil.
Secara umum visi Boediono untuk mengembangkan BI ialah memperkuat fungsi BI menjaga stabilitas ekonomi untuk memperkuat fondasi pembangunan. Tetap menjaga independensi BI dan memperkuat hubungan dengan pemerintah. Memperkuat Good Governance baik internal maupun eksternal.
Aggota komisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Andi Rahmat menyatakan bahwa PKS menyetujui pengangkatan Boediono menjadi gubernur BI karena kemampuannya di bidang moneter sangat baik.
"PKS mendukung dia sebagai Gubernur BI karena mempunyai kapasitas yang baik untuk memimpin bank sentral," kata dia.
Anggota komisi dari partai Golkar Hafidz Zawawi mengemukakan bahwa Boediono merupakan pribadi yang berhati-hati dan kredibel.
"Dia juga independen, jadi Boediono figur yang tepat menjadi Gubernur BI," kata dia.
Anggota komisi perbankan dari PAN, Dradjad Wibowo mengatakan bahwa dirinya menolak karena tidak sesuai dengan pilihan kebijakan Boediono dalam masalah fiskal dan moneter. Alasan kedua, tidak memperoleh klarifikasi yang tuntas masalah BLBI. "Hukum terlihat pilih kasih, tiga koleganya di hukum,kalau Boediono tidak bersalah seharusnya yang lain juga tidak," ujarnya.
Eko Nopiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|