Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengelola Rumah Susun Dituduh Tak Transparan
Senin, 07 April 2008 | 19:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penghuni rumah susun tinggal dan nontinggal mengeluhkan kurangnya transparansi pengelolaan uang sewa yang mereka bayarkan kepada pengembang. Ketua Umum Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia (APERSSI) Ibnu tadji mengatakan, tidak adanya transparansi itu berpotensi besar adanya penggelapan pajak. "Bisa mencapai ratusan miliar rupiah per tahun," ujarnya, Senin (7/4).

Menurut dia, jumlah tersebut bisa berasal dari pajak sewa, iklan, antena yang disewakan kepada stasium pemancar dan pajak parkir. "Itu belum termasuk kalau dihitung tahun sebelumnya, bisa triliunan rupiah," katanya.

Tidak adanya transparansi ini juga dikeluhkan oleh Winny Kwee, salah satu pemilik kios di ITC Mangga Dua. Setiap bulan, dia mengaku menyetorkan uang untuk biaya pengelolaan lebih dari Rp 2 juta kepada pengembang. Namun, Winny tak pernah tahu kemana saja uang itu digunakan. "Sekali pernah saya tanya, mereka bilang itu bukan urusan saya," ungkapnya.

Ibnu mengatakan, tidak transparannya terjadi karena para pengembang masih mendominasi perserikatan penghuni rumah susun (PPRS). Seharusnya, kata dia, pengembang menyerahkan organisasi dan kepemimpinan PPRS sepenuhnya kepada para penghuni. Tetapi yang selama ini terjadi pengembang menempatkan orang-orang mereka pada organisasi tersebut.

ARTI EKAWATI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Target Pembangunan RSH di Solo Tak Tercapai
Pengembang Minta Perizinan Tanpa Biaya
Pembangunan Rusun di Daerah Dimulai Maret
Pembangunan Rusun 2008 Ditargetkan 88 Tower
Bakrieland Bangun Rusuna Rp 400 miliar
Target Pembangunan RSH Tak Direvisi
2008 Tahun Baik Untuk Beli Properti
Pembangunan Rumah Susun Masih Lambat
800 Unit Rumah Susun Dibangun di Marunda
Kenaikan Tarif Rumah Susun Cengkareng Berstatus Quo
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120647 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data