Baru Dua Operator Turunkan Tarif
Selasa, 08 April 2008 | 01:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dari 11 operator telekomunikasi, baru PT Telekomunikasi Seluler ( Telkomsel) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) yang mengumumkan penurunan tarif mereka. Pengumuman itu tindak lanjut kebijakan formula tarif interkoneksi hingga 40 persen yang mesti dilaksanakan per 1 April lalu.
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan bahwa Telkomsel, anak perusahaan Telkom, yang pertama lapor pekan lalu. “Baru Terkomsel yang lapor,” katanya di kantornya, Jakarta, kemarin.
Telkom belum melapor ke BRTI tapi sudah mengumumkan kepada pers. Vice President Communication and Public Marketing PT Telkom, Eddy Kurnia, dalam siaran persnya Ahad malam menyebutkan, tarif baru sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) turun hingga 46 persen. “Baik dari telepon tetap ke telepon tetap maupun dari telepon tetap ke seluler,” ujarnya.
Menurut Eddy, persentase penurunan akan berbeda tergantung zona jarak dan pembedaan waktu. Sebagai contoh, biaya SLJJ dari telepon rumah ke seluler pukul 07.00-08.00 WIB di zona 3 (jarak di atas 500 kilometer) semula Rp 865 per 20 detik menjadi Rp 465 per 20 detik. SLJJ dari telepon tetap ke seluler pada waktu yang sama di zone 1 (jarak 30-200 km) semula Rp 538,3 per 20 detik menjadi Rp 300 per 20 detik.
Penurunan tarif SLJJ ini membuat biaya sewa jaringan Internet turun 47-83 persen. BRTI dan pemerintah menyetujui proposal biaya sewa dari Telkom ini.
Heru mengungkapkan mayoritas operator bertahan karena, “Saling intip, terutama tiga besar itu.” Mereka menunggu persentase penurunan tarif pesaing masing-masing. Tiga operator besar itu adalah Telkomsel, PT Indosat Tbk., serta PT Exelcomindo Pratama Tbk.
Juru bicara Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Gatot S. Dewa Broto sependapat. “Kalau di pilkada peserta mencuri start, di industri ini mereka saling memperlambat start,” ucapnya. “Nah, kalau incumbent sudah mengumumkan, tinggal yang lain bersaing."
Dian Yuliastuti





