|
Ekspor Timah Batangan Naik 15,8 Persen
Selasa, 08 April 2008 | 14:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Perdagangan mencatat volume ekspor timah batangan selama Maret 2008 sebesar 8.606,27 ton. Angka ini naik 15,86 persen dibanding volume ekspor produk pada bulan sebelumnya yakni 7.431,27 ton akibat penutupan pabrik peleburan timah milik PT Koba Tin oleh polisi.
"Ekspor timah batangan memang mengalami kenaikan," ujar Direktur Ekspor Produk Pertambangan dan Industri Departemen Perdagangan Hartojo Agus Tjahjono, Senin petang (7/4) di Jakarta.
Dari segi nilai, ekspor timah batangan bulan lalu juga naik sebesar 33 persen menjadi US$ 157,533 juta dari yang dicatatkan per Februari senilai US$ 118,41 juta.
Jika dilihat dari data selama Januari hingga Maret tahun ini, ekspor timah batangan mencapai 25.951, 94 ton atau setara dengan US$ 431,996 juta. Ekspor terbesar ke Singapura (21.943,54 ton), Malaysia (2.324,18 ton), dan Jepang (902,73 ton). Adapun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor timah batangan Indonesia adalah Hongkong, Korea, Taiwan, China, dan India.
Sebagai catatan, pemerintah saat ini tidak membatasi ekspor timah. Tapi, ekspor hanya dapat dilakukan oleh perusahaan yang memiliki status Eksportir Terdaftar-Timah (ET-Timah).
Dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.04/M-DAG/PER/1/2007 yang berlaku sejak 23 Februari 2007 juga disebutkan timah batangan yang diekspor sebelumnya harus memenuhi berbagai syarat seperti kadar timah kemurniannya minimal 99,85 persen serta wajib diverifikasi sebelum ekspor.
Aturan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai devisa negara dan memperbaiki citra Indonesia sebagai negara terbesar ketiga penghasil timah di dunia. Selain itu, aturan juga diterbitkan untuk mencegah penambangan yang tidak terkendali dan meningkatkan pendapatan negara dari royalti.
RR ARIYANI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|