|
Kepala BP Migas: Produksi Minyak di Atas Satu Juta Barel
Selasa, 08 April 2008 | 17:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat memilih Direktur Pengusahaan Hulu Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi R. Priyono sebagai Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) periode 2008-2013. Priyono dipilih 45 anggota komisi melalui pemungutan suara, Selasa (8/4). Sedangkan calon lainnya Hadi Purnomo hanya mendapatkan tujuh suara dan Evita Legowo tidak mendapatkan suara.
Dalam pemaparannya di depan anggota komisi, Priyono menyatakan, sebagai Kepala BP Migas akan mengupayakan peningkatan produksi minyak bumi di atas 1 juta barel per hari. "Sedangkan gas bumi sebanyak 10 miliar standar kaki kubik per hari," ujarnya.
Sasaran jangka pendek (2008-2010), kata dia, pihaknya akan mengupayakan peningkatan produksi minyak , efisiensi dan efektifitas biaya produksi (cost recovery) dan terlaksananya rencana pengembangan (plan of development tepat waktu.
Sedangkan untuk jangka panjang (2011-2021), Priyono akan mengupayakan rasio cadangan dan produksi minyak bumi di atas 15 tahun. Selain itu, pihaknya juga akan mentargetkan terealisasinya pemboran eksplorasi sesuai rencana. "Yang tak kalah penting terpenuhinya kebutuhan minyak dan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri dari kontraktor kontrak kerja sama," katanya.
Menurut Priyono, sebagai Kepala BP Migas dia akan mengoptimalkan produksi dari lapangan-lapangan eksisting. Pihaknya juga akan mendorong efisiensi biaya operasi dan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk mensinkronkan peraturan.
Priyono lahir di Pati, Jawa Tengah, 12 September 1956. Menyelesaikan pendidikan sarjana jurusan geologi dari Institut Teknologi Bandung pada 1987. Sedangkan sekolah menengah diselesaikan di SMA 29 Jakarta dan SMP Pangudi Luhur Jakarta.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro meminta kepala BP Migas untuk menekan cost recovery yang semakin membengkak. "Harapannya bisa menekan dan mengefektifkan cost recovery," ujarnya.
ALI NUR YASIN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|