Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bantuan Langsung Tunai Dihidupkan Lagi
Rabu, 09 April 2008 | 15:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan menggulirkan lagi program bantuan langsung tunai (BLT). Kali ini, program itu hanya diperuntukan untuk daerah luar Jawa yang memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi dengan jumlah penduduk yang rendah.

"Program ini tidak akan diperuntukan untuk daerah di Jawa," kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Paskah Suzetta di kantornya. Saat ini Bappenas sedang mengkaji daerah mana saja yang akan diberikan program tersebut.

Paskah mencontohkan daerah seperti Papua yang akan diberikan transfer cash. Papua, memiliki tingkat kemiskinan sampai 35 persen namun jumlah penduduknya hanya berkisar 3 juta. "Untuk Jawa tetap pada program padat karya," katanya.

Program tersebut, kata Paskah, baru mungkin dilakukan pada 2009. Namun, persiapanya dimulai dari saat ini untuk memastikan program tersebut tepat sasaran.

Sekertaris Utama Bappenas Syahrial Loetan menampik program tersebut berkaitan dengan pemilu 2009. Penduduk yang diberikan program BLT menurutnya jumlahnya tidak terlalu besar karena hanya diperuntukan untuk daerah luar jawa yang jumlah penduduknya sedikit.

Lebih lanjut, Paskah juga optimis target pengurangan angka kemiskinan menjadi 14 persen pada 2008 akan tercapai. Dengan anggaran yang ada pemerintah bertekad untuk mencapai target tersebut dengan program yang difokuskan pada perlindungan dan keberpihakan akses terhadap rakyat miskin serta peningkatan daya beli dan stabilitas harga.

Sementara untuk tahun 2009 pemerintah mentargetkan bisa menurunkan tingkat kemiskinan sampai pada angka 8,2 persen seperti yang ditargetkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). "Memang sulit tapi akan kita usahakan tidak terlalu jauh pada angka itu," katanya.

Presiden, kata Paskah, juga sudah mengintruksikan agar program yang menyangkut kemiskinan harus mencapai sedekat mungkin sasaran dalm RPJM. Paskah juga menegaskan anggaran pengentasan kemiskinan pada 2009 akan ditingkatkan.

Tahun 2007 angka kemiskinan secara nasional masih berkutat pada angka 16,6 persen. Kemisikinan di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi berkisar antara 10-20 persen. Sementara di Papua angka kemiskinan mencapai 40 persen.

Gunanto E S I Ezhter Lastanian


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120836 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data