Bantuan Asing Balik Lagi ke Luar Negeri
Kamis, 10 April 2008 | 13:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bantuan dari lembaga internasional dan negara donor terhadap negara berkembang ternyata banyak yang tidak tepat sasaran dan rawan diselewengkan. Asociate Director Prakarsa Sugeng Bahagijo menyatakan bantuan tersebut banyak kembali mengalir ke luar negeri akibat penghindaran pajak dan pelarian modal.
Sugeng mengutip hasil penelitian Alex Cobhan, peneliti dari Oxford University yang menyatakan sekitar US$ 385 miliar bantuan ke negara berkembang dilarikan ke negara-negara pelindung pajak (tax heavens).
Menurut dia, setiap tahun bantuan ke negara berkembang sekitar US$ 50 miliar. Jumlah ini masih ditambah bantuan untuk mencapai target MDG's sebesar US$ 50 miliar per tahun. "Setiap tahun rata-rata negara berkembang memperoleh bantuan US$ 100 miliar," katanya.
Sugeng menambahkan lembaga keuangan internasional sudah menginisiasi pelacakan pelarian uang dengan membentuk StAR (Stolen Asset Recovery). Namun, hal ini menurutnya belum berjalan efektif.
Untuk itu, Sugeng menekankan perlunya memperkuat diplomasi ekonomi internasional agar posisi negara berkembang bisa sejajar dengan lembaga internasional.
Gunanto E S





