Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Garuda Lobi Eropa
Kamis, 10 April 2008 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Garuda Indonesia memberikan presentasi soal keselamatan penerbangan dalam forum yang dihadiri 27 negara anggota Uni Eropa awal bulan lalu. Upaya itu dalam rangka negosiasi pencabutan larangan terbang pesawat Indonesia ke Eropa sejak Juli 2007.

"Mereka (Eropa) menyambut baik dan menyatakan safety Garuda sesuai standar internasional," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di Jakarta, Kamis (10/4).

Dia mengutip laporan hasil presentasi Garuda Indonesia. Dalam presentasi 3 April lalu, lanjut Jusman, perwakilan Garuda antara lain menyampaikan praktek perawatan pesawat yang dilakukan, training penerbang, dan sejumlah audit yang dilakukan otoritas penerbangan internasional. Dengan dasar itu, Garuda mendesak pencabutan larangan terbang.

Seperti diketahui, Garuda Indonesia adalah salah satu maskapai yang diajukan pemerintah untuk mendapat prioritas bebas dari larangan terbang. Maskapai lain adalah Mandala Airlines, dan dua maskapai charter yakni Premi Air dan Airfast.

Selain pengajuan empat maskapai di jalur cepat (fast track) itu, upaya pemerintah yang adalah menjalin kerja sama bilateral dengan negara-negara Anggota Uni Eropa. Sejauh ini kerja sama sudah diretas dengan Belanda. Selanjutnya Jerman dan Perancis juga dibidik.

Pihak Uni Eropa sendiri sudah mengirimkan konsultan penerbangan, Jean Pierre Ambrosini, ke Indonesia untuk mengumpulkan data keselamatan penerbangan Indonesia. Data itu akan digunakan dalam sidang Uni Eropa pada Juli mendatang dimana larangan terbang untuk Indonesia akan dibahas.

Soal larangan terbang Eropa ini, sebelumnya mantan Ketua Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (EKKT) Chappy Hakim mengatakan, Indonesia sebaiknya berkonsentrasi saja pada pembenahan keselamatan penerbangan Indonesia.

"Tidak usah minta-minta, kalau penerbangan kita memang bagus, mereka (Eropa) yang minta boleh masuk ke sini," ujar mantan Kepala Staf TNI Angkutan Udara itu.

Harun Mahbub


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gaji Karyawan Adam Air Terrkatung-Katung
Karyawan Adam Air Unjuk Rasa
Tidak Ada Maskapai Naik Peringkat
Adam Air Dilarang Terbang
Adam Air Hanya Operasikan Lima Pesawat
Mahasiswa Duduki Loket Adam Air
Adam Air Akan Berhenti Beroperasi Sementara
Indonesia Melirik Jerman dan Perancis
Nasib Indonesia Ditentukan Juli
Batavia Air Naik Peringkat Pertama
> selengkapnya...

Referensi

Terjerembab
Lalai Membalas Surat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120914 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar
Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data