|
BPK: Pengelolaan Aset Negara Amburadul
Kamis, 10 April 2008 | 19:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pemeriksa Keuangan menyatakan pengelolaan aset-aset barang milik negara masih amburadul. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution, tidak tertibnya pengelolaan aset menjadi salah satu alasan BPK memberikan opini wajar tanpa opini (disclaimer). Selama tiga tahun berturut-turut, BPK memberikan opini ini terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat.
"Dari jaman Orde Baru, sistem kita masih amburadul. Maka itu, Anda lihat rekening negara disimpan di rekening pejabat, termasuk mereka yang sudah lama meninggal," kata Anwar usai menyampaikan ikhtisar laporan hasil audit semester kedua tahun 2007 kepada Dewan Perwakilan Rakyat.
Dari pemeriksaan atas pengelolaan Rp 109,33 triliun aset barang milik negara di 19 departemen dan lembaga negara, ditemukan Rp 19,27 triliun aset yang pengelolaanya acak-acakan. Temuan itu, menurut Anwar, sebagian besar terkait administrasi pencatatan dan pengakuan atas aset yang tidak tertib.
Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi telah menyita rumah Soenarno, mantan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah era Kabinet Presiden Megawato Soekarnoputri. Rumah di Jalan Senopati No. 26 Jakarta Selatan itu adalah milik negara, tapi statusnya direkayasa menjadi milik pribadi. KPK juga telah meminta agar Departemen Keuangan segera menyelesaikan inventarisasi aset milik negara.
AGUS SUPRIYANTO I GUNANTO E.S.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|