Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pembajakan Software di Indonesia Masih Tinggi
Kamis, 10 April 2008 | 21:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Diantara negara-negara di Asia, tingkat pembajakan piranti lunak (software) di Indonesia masih lebih tinggi. Menurut International Data Corporation (IDC), Indonesia di posisi atas bersama Cina dan Vietnam, dengan belanja teknologi informasi (TI) mencapai US$ 3 miliar pada 2007 atau tumbuh 20 persen per tahun. Sementara Malaysia dan Taiwan berada di kategori menengah, dan Singapura dan Jepang di kategori rendah.

Data tersebut dipaparkan Direktur Kebijakan Software Asia Busines Software Alliance (BSA), Goh Seow Hiong pada media briefing di Jakarta, Rabu (9/4) lalu. Menurut Goh, faktor utama tingginya tingkat pembajakan software di Indonesia adalah masih rendahnya tingkat apresiasi Indonesia terhadap hak atas kekayaan intelektual.

Menurutnya, harga software yang dikatakan mahal bukan isu lagi, karena sekarang banyak software yang ditawarkan dengan harga murah, bahkan kini ada software yang terbuka atau open source. "Jadi tak perlu membeli software yang mahal-mahal. Beli saja yang cocok dengan kebutuhan," kata Goh.

Perwakilan BSA di Indonesia Donny A. Sheyoputra mengakui masih tingginya tingkat pembajakan di Indonesia. Namun menurutnya, belakangan ada kecenderungan secara persentase volume pembajakannya menurun akibat kenaikan tingkat kesadaran konsumen Indonesia terhadap penggunaan software berlisensi.

Selanjutnya, kata Donny, Indonesia bisa mencontoh Singapura yang berhasil menekan tingkat pembajakan hingga kategori rendah berkat program edukasi. "Memang ini merupakan hasil dari 10-20 tahun program edukasi pemerintah Singapura kepada rakyatnya agar menggunakan software berlisensi." ujarnya.


Selain itu menurut Goh, pemerintah mempunyai peran sangat penting dalam hal upaya penegakan hukum. Dia mencontohkan Cina yang berhasil menekan tingkat pembajakannya hingga 10 poin dalam tempo 3 tahun lantaran pemerintahnya berkomitmen untuk tak menggunakan lagi software ilegal. "Artinya pemerintah bisa menjadi model, sekaligus mendorong penggunaan software legal," kata Goh.

Ig. Widi Nugroho


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pembangunan Software Park di Indonesia Masih Lemah
Polri Bekuk Jaringan Pemalsu COA Microsoft
Windows XP Menjelang Ajal
Penuntasan Kasus Software Ilegal Masih Minim
Legalisasi Piranti Lunak di Depkominfo Tuntas 2008
Norton Antivirus untuk Mac OS
Cip Diamondville untuk Komputer Murah
Iklan Dinamis dalam File PDF
Zoho Bisa Diedit Offline
Masyarakat Teknologi Informasi Terbentuk Tahun Depan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120975 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan
BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data