G8 Didorong Ikut Atasi Krisis Harga Pangan
Jum'at, 11 April 2008 | 08:09 WIB
TEMPO Interaktif, London:Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyerukan kepada negara-negara maju yang tergabung dalam Kelompok G8 untuk mendorong institusi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, agar mengambil langkah terkait krisis harga pangan internasional.
Hal ini terungkap dalam suratnya kepada Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda. Brown meminta dukungan untuk mengkoordinasikan sikap tiap negara dalam menghadapi kenaikan harga pangan. Seperti diketahui, saat ini Jepang adalah ketua Kelompok G8 dan akan menggelar pertemuan G8 di Hokkaido Juli mendatang.
"Kenaikan harga pangan telah mengancam kemapanan yang telah dibangun. Dan untuk pertama kalinya dalam hitungan dekade, jumlah warga dunia yang akan kelaparan akan bertambah," kata Gordon kemarin.
Dia menanggapi terus melesatnya harga beras di pasar internasional hingga mencapai rekor baru. Sejumlah pemerintah di negara Asia mulai mencemaskan ancaman krisis pangan sehingga mereka mengambil langkah keras untuk mengamankan pasokan pangan domestik.
Kenaikan harga beras itu dipicu oleh seretnya pasokan oleh sejumlah negara produsen beras. Negara eksportir seperti Cina, Vietnam dan India yang memasok sepertiga pasar ekspor beras dunia sudah mengekang keluarnya beras dari negeri mereka. Mereka memprioritaskan bahan pangan utama itu untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Lebih jauh, Gordon menyarankan PBB, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk bersama mengambil langkah jangka pendek dan menengah untuk membantu melancarkan perdagangan, produksi, teknologi, keuangan, dan bantuan pangan. "WTO juga harus diupayakan untuk menyiapkan skema perjanjian perdagangan yang memungkinkan negara miskin dapat menjangkau pasar negara maju," katanya.
THE GUARDIAN | RR ARIYANI
Topik :




Komentar Anda :