|
Kalla Minta Kerja Sama Pangan dengan Vietnam Ditingkatkan
Senin, 14 April 2008 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Kedutaan Besar Indonesia di Vietnam intensif melakukan kerjasama dengan negara eksportir pangan terutama beras nomor dua ini. Kalla meminta kerjasama ini lebih pada kemitraan untuk berbagi pengalaman meningkatkan produksi barang-barang pangan di dalam negeri.
"Kami diminta meningkatkan kerjasama terutama dalam upaya Indonesia meningkatkan produksi pangan terutama beras, karena seperti kita ketahui Vietnam adalah negara penghasil kedua terbesar dalam urusan pangan," kata Duta Besar Indonesia untuk Vietnam Pitono Purnomo seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres Senin (14/4).
Disamping soal itu, Kalla juga meminta Indonesia menargetkan kenaikan surplus perdagangan sampai 15 persen dengan Vietnam melalui peningkatan ekspor produk elektronik, komponen komputer serta produk besi dan baja. Nilai perdagangan Indonesia ke Vietnam pertahun mencapai US$2 miliar atau Rp18 triliun per tahun.
Guna mencapai target tersebut, kata Pitono, Kalla minta pihak Kedutaan Besar Indonesia di Vietnam untuk melakukan survei pasar atau market intelligent untuk meningkatkan penetrasi pasar pada komoditas non-migas Indonesia.
"Pada 2008, kami akan usahakan peningkatan 15 persen nilai perdagangan dengan Vietnam," kata dia. Namun, kata Pitono, Vietnam juga menjadi pasar potensial untuk Jepang sehingga kualitas produk-produk Indonesia harus terus ditingkatkan sehingga bisa bersaing dengan produk Jepang.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|