|
Pemerintah Akui Krisis Pangan Serius
Senin, 14 April 2008 | 15:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Menteri Kordinator Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krishnamurti menilai krisis pangan memang bisa menyebabkan ancaman serius bagi stabilitas keamanan. Dalam sejarah, menurutnya banyak krisis sosial politik yang diawali dengan krisis pangan.
Di Indonesia, kata Bayu, pernah terjadi di era tahun 1966. "Salah satu isi tritura (tiga tuntutan rakyat) adalah turunkan harga bahan pangan," katanya menjawab pertanyaan Tempo, Senin (14/04).
Sebelumnya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan krisis pangan bisa mengancam stabilitas keamanan global. "Ini satu hal yang sangat serius dan menjadi perhatian kita bersama," katanya.
Menurut dia, dalam setahun terakhir ini kenaikan harga bahan pangan mencapai 100-200 persen. Hal ini, disebabkan karena cadangan pangan dunia berada dalam kondisi yang terendah dalam 20 tahun terakhir.
Namun, Bayu juga menyatakan, Indonesia sudah mengantisipasinya sejak 6 bulan lalu dengan menggelontorkan berbagai kebijakan seperti harga pangan bersubsidi, program stabilisasi harga dan program penanggulangan kemiskinan."Kita terus cari langkah lain yang bisa dilakukan dengan melihat perkembangan situasi," katanya.
GUNANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|