Krakatau Steel Diminta Terbuka Atas Tawaran Mittal

Senin, 14 April 2008 | 17:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara meminta manajemen PT Krakatau Steel membuka diri terhadap proposal ArcelorMittal, raksasa baja dunia. Selain itu, produsen baja pelat merah ini juga diminta mengevaluasi rencana kerjanya.

“Tujuannya, supaya bisa mengembangkan produksi baja nasional dengan maksimal,” kata Direktur Utama Krakatau Steel, Fazwar Bujang, seusai dipanggil Menteri Negara BUMN terkait minat Mittal bekerja sama dengan BUMN penghasil baja ini, di gedung Garuda, Senin (14/4).

Tapi, ia melanjutkan, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil tidak menekankan Krakatau Steel harus menempuh jalan strategic sales dalam progrm privatisasinya. “Yang penting terbaik buat kami,” ujarnya.

Menyikapi arahan tersebut, manajemen Krakatau Steel berencana mengkaji terlebih dahulu tawaran Mittal tersebut. Meskipun sebenarnya perseroan telah memiliki program revitalisasi guna meningkatkan produksi. “Yaitu dengan peremajaan mesin dan pengadaan bahan baku,” kata Fazwar.

Komisaris Utama Krakatau Steel, Taufiequrachman Ruki, ikut menjelaskan bahwa untuk meningkatkan kapasitas produksi baja memang diperlukan investasi baru. Tujuannya, selain supaya pemenuhan kebutuhan baja nasional tidak perlu melalui jalur impor lagi, perseroan juga menargetkan bisa memenuhi 60-70 persen kebutuhan baja tersebut.

“Karena kebutuhan baja nasional di tahun 2012 diproyeksikan akan mencapai 10-12 juta ton,” tutur Ruki.

Wahyudin Fahmi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: