Pengawasan Bahan Olah Karet Minim

Senin, 14 April 2008 | 17:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengakui pengawasan mutu bahan olah karet (bokar) SIR selama ini masih minim. Akibatnya, kualitas dari produk ini kebanyakan di bawah Standar Nasional Indonesia yang telah ditetapkan. "Pengawasan mutu tidak efektif baik di tingkat petani maupun pedagang. SNI bahan olah karet sudah ada, tapi sulit dipenuhi karena spesifikasinya terlalu berat," ujar Direktur Pengawasan dan Pengendalian Mutu Barang Nus Nuzulia Ishak, Senin (14/4).

Dia mengatakan, meski sebagian besar mutu bahan olah karet jelek, tapi masih perusahaan pengelola yang menggunakan bahan berkualitas bagus, seperti di Bridgestone. "Karena saking jeleknya kualitas bahan olah karet, kadang-kadang dalam gumpalan karet itu ditemukan sendal, vulkanisir dan lainnya," katanya.

Pemerintah, kata Nus, sedang merevisi aturan untuk meningkatkan mutu bahan olah karet. Nantinya, aturan ini akan lebih menguatkan pengawasan mulai dari tingkat petani hingga pedagang karet. Revisi aturan bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia), Departemen Perindustrian dan Departemen Pertanian.

RR ARIYANI






Komentar Anda

Kirim