Moody's : Indonesia Harus Benahi Regulasi Syariah

Senin, 14 April 2008 | 19:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perkembangan perbankan syariah di Indonesia masih terhambat oleh peraturan dan institusi yang terkait dengan industri ini. Lembaga Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investors Service menyatakan, saat ini mendesak untuk dilakukan perubahan peraturan dan institusi. Menurut analis Moody's Investors Service Christine Kuo, perubahan diyakini akan memberi momentum dalam perkembangan perbankan syariah.

Moody's menyatakan pangsa pasar bank syariah di Indonesia masih rendah yaitu hanya dua persen atau sekitar US$ 3 miliar. Padahal dibandingkan dengan Malaysia, menurut Kuo, potensi Indonesia lebih besar. Jumlah penduduk muslim di negara ini lebih dari 200 juta jiwa. Angka ini terbesar di seluruh dunia.

Moody's juga mencatat bahwa pertumbuhan aset perbankan syariah di Indonesia lebih cepat dibandingkan negara lain. Begitu pula di Brunei, yang penetrasi pasarnya cukup besar. Sebaliknya tak banyak jasa perbankan syariah yang ditawarkan di Filipina, Singapura dan Thailand.

Dalam laporannya berjudul "Islamic Banking in East Asia--Growing But Not Without Challenges," Moody's menyebutkan bahwa pangsa pasar perbankan Islam untuk kawasan Asia terbesar adalah Malaysia. Pangsanya mencapai 15,4 persen dari seluruh pasar perbankan di negeri jiran tersebut, atau US$ 62 miliar.

Kesuksesan Malaysia mengembangkan bank syariah, menurut lembaga pemeringkat ini antara lain didukung oleh mayoritas penduduknya yang beragama Islam. "Sekitar 60 persen penduduk Malaysia adalah muslim," kata Christine Kuo, analis Moody's. Tak hanya itu, reformasi yang dilakukan pemerintah Malaysia selama 20-3 tahun telah membantu mengembangkan institusi dan kerangka kerja yang teratur serta legal bagi industri. Berbagai insentif seperti pengurangan pajak juga menjadi daya tarik tersendiri.

Sementara untuk Asia Timur, Moody's menegaskan bahwa dibutuhkan kepastian hukum untuk mengembangkan bisnis perbankan syariah di kawasan tersebut. Lembaga pemeringkat internasional ini menyatakan, penetrasi pasar perbankan syariah di banyak negara masih tersendat.

Bernama I Thomson Financial I Dewi

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :