Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

14 Unit Peralatan Kapal Impor Menganggur
Selasa, 15 April 2008 | 19:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengungkapkan 14 shipset berupa mesin dan perlengkapan kapal milik negara masih menganggur. Hingga saat ini sudah masuk tahun kesembilan tapi alat itu tak dibangun menjadi kapal.

Ketua Iperindo, Joeswanto Karijodimedjo, mengatakan 14 shipset itu siap dibangun menjadi kapal masing-masing berukuran 4200 gross ton. Sembilan tahun lalu, harga per unit shipset dari Jepang senilai 713,720 juta Yen dan yang berasal dari Jerman senilai 9,518 juta DM per unitnya.

"Sudah dibayar berikut bunganya," kata dia di Jakarta Selasa (15/4). Ketika itu pemerintah mengimpor 24 shipset, tapi hingga kini baru 10 unit yang dirakit. Aset itu adalah bagian dari proyek Caraka Jaya, yaitu 12 shipset eks Jerman dan 12 shipset eks Jepang diimpor dengan mekanisme pinjaman lunak senilai US$ 98 juta.

Joeswanto menjelaskan, tertundanya pembangunan 14 shipset itu karena pemerintah belum mengucurkan dana. Kebutuhan dana diperkirakan Rp 50 miliar per unit kapal. “Bila shipset itu tidak kunjung dibangun bisa jadi besi tua," ujarnya.

Sebaliknya, pembangunan kapal itu bisa menyerap 2.800 tenaga kerja selama dua tahun masa pengerjaan. Jika sudah jadi, kapal akan memberdayakan 280 pelaut selama 20 tahun sesuai usia ekonomi kapal. Indonesia juga membutuhkan banyak kapal untuk mengangkut kargo dalam negeri.

Harun Mahbub

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Gajah Terbang Penakluk Amerika | 24 Januari 2005
Apa Salahnya Bumi Karsa Menang? | 24 Januari 2005
Bengkalai Pasca Krisis | 24 Januari 2005
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Waspada 'Taksi Biru'  | 29 Desember 1998
OneworldTM, Penyatuan Lima Maskapai Penerbangan Terkemuka di Dunia  | 27 Oktober 1998
Kredit Murah..., Kredit Murah!  | 27 Oktober 1998
Bukan Lantaran Tarif Murah | 13 Desember 2004
Macet? Pakai Heli  | 02 Maret 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Biaya Logistik Indonesia Mahal
Juli, Toleransi Batas Muatan 40 Persen
Anggaran Keselamatan ASDP Naik Tiga Kali
Jakarta Butuh Pusat Distribusi
Toleransi Batas Muatan Bakal Nol Persen
Wapres Minta Izin Angkutan Umum Dibatasi
Kontrol Muatan Angkutan Libatkan Swasta
Batas Muatan Angkutan Akan Dikurangi
Pontianak Akan Bangun Busway
Bandara Banyuwangi Beroperasi Medio 2008
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Situs Transjakarta-Busway
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
PT Kereta Api Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121340 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data