|
Sistem Kliring Seluler Terancam Molor
Rabu, 16 April 2008 | 01:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Penerapan Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi pada industri seluler terancam molor. Operator meminta pemerintah memperpanjang waktu penyikapan atas hasil uji tuntas Asosiasi Kliring Interkoneksi Telekomunikasi (Askitel) dengan penyelenggara sistem kliring, PT Pratama Jaringan Nusantara.
Padahal, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Departemen Komunikasi dan Informatika, mematok waktu hingga awal April. Uji tuntas telah rampung dan dilaporkan kepada pemerintah sejak medio Maret silam.
“Sejak awal operator telah menegaskan tak bisa membuat keputusan dengan cepat,” kata Direktur Korporasi Layanan PT Bakrie Telekom Rakhmat Junaidi kepada Tempo di Jakarta Senin lalu.
Rakhmat menuturkan, perpanjangan waktu tak terhindarkan sebab keputusan manajemen harus disetujui pemegang saham. Apalagi, jika operator mengambil opsi penyertaan kepemilikan dalam Pratama. Paling cepat keputusan muncul Mei-Juni 2008 dalam masa rapat umum pemegang saham.
Presiden Direktur PT Exelcomindo Pratama Tbk. Hasnul Suhaemi menyatakan belum bisa berkomentar. “Masih ditangani tim,” ujarnya.
Implementasi Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi dinilai penting karena menjadi salah satu dari tiga agenda utama direktorat itu yang mesti dilaksanakan pada April. Dua agenda lainnya sudah terlaksana, yakni penyesuaian tarif interkoneksi dan penerapan kode akses bersama Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ).
Sistem ini akan mencatat setiap koneksi telekomunikasi antarpelanggan operator, menggantikan Sistem Otomatisasi Kliring Indonesia milik operator. Sejak Februari 2004, pemerintah menetapkan Pratama sebagai penyelenggara sistem kliring setelah menyisihkan enam perusahaan lainnya dalam tender.
Pratama belum bisa beroperasi lantaran operator ramai-ramai tak bersikap. Operator lalu menunjuk Askitel untuk menjalankan uji tuntas. Belakangan, operator ingin terlibat dalam pelaksanaan kliring dan diperbolehkan membeli sebagian saham Pratama.
Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar mengatakan pemerintah akan bertemu seluruh operator hari ini. “Apa masalah sebenarnya? Kami akan buat juga batas waktunya,” ucapnya. Menurut dia, "Beli atau tidak (saham Pratama), sistem ini tetap diterapkan.”
Agoeng Wijaya
INDEKS BERITA LAINNYA :
|