Lifting Minyak Bisa Turun
Rabu, 16 April 2008 | 14:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan asumsi lifting minyak 927 ribu barel per hari dalam APBN perubahan 2008 bisa tidak tercapai. "Kemungkinan bisa mengakibatkan munculnya risiko pada penerimaan negara," kata Anggito di Hotel Nikko Jakarta.
Untuk itu, lanjut dia, departemen keuangan terus berkoordinasi dengan BP Migas dan departemen energi (ESDM) untuk mengoptimalisasi lifting minyak.
Bila lifting minyak turun, maka beban defisit yang harus ditanggung APBN lumayan besar. Anggito mencontohkan jika penurunan lifting rata-rata 10 ribu barel per hari maka beban dalam APBN akan bertambah sekitar Rp 2 triliun.
Pada APBN perubahan 2008, kata dia, dicadangkan dana Rp 13,3 triliun untuk mengatasi risiko kenaikan harga minyak di pasar internasional, yang terus meningkat dan risiko tidak tercapainya lifting minyak. "Cadangan itu tidak hanya untuk lifting tapi untuk semua konsumsi, ujarnya.
Eko Nopiansyah




Komentar Anda :