APBN Aman, Meski Harga Minyak Melonjak

Rabu, 16 April 2008 | 15:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu memastikan anggaran pendapatan dan belanja negara masih aman meskipun harga minyak dunia menembus U$ 114 per barel.

"Sebab rata-rata harga minyak tahun lalu sebesar U$ 95 perbarel sehingga masih berada dalam asumsi APBN."kata Anggito di Hotel Nikko Jakarta Rabu (16/4).

Dia menjelaskan bahwa basis perhitungan harga minyak Indonesia menggunakan asumsi harga ICP dan bukan harga WTI dimana harga ICP lebih rendah US$ 5 dibanding harga WTI.

Lagi pula harga minyak yang tinggi itu bisa menambah penerimaan negara dari BPH Migas, PNBP Migas dan DMO.

Menurut Anggito posisi neraca penerimaan migas berada pada level positif. Pendapatan dari migas sebesar Rp 257.19 trilun sementara pengeluaran untuk migas sebesar Rp 220.71 triliun, sehingga selisih penerimaan dan pengeluaran Rp 36,48 triliun.

eko nopiansyah

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :