|
Impor Membahayakan Ketahanan Pangan
Rabu, 16 April 2008 | 19:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Siswono Yudo Husodo mengatakan, ketahanan pangan Indonesia mengkhawatirkan bila masyarakat terus didorong untuk mengkonsumsi makanan impor. Menurut, masyarakat saat ini terbiasa mengkonsumsi mie dan roti yang menggunakan bahan baku impor. "Ini mengkhawatirkan, ditambah meningkatnya harga pangan di tingkat dunia dan kebijakan pemerintah mendukung impor," ujarnya, Rabu (16/4).
Pemerintah saat ini memberlakukan kebijakan nol persen bea masuk untuk beberapa komoditi seperti gandum. Selain itu pajak pertambahan nilainya juga ditanggung pemerintah. Biaya impor yang dilakukan pemerintah selama 2006 mencapai US$ 1,01 miliar dan US$ 1,32 miliar pada 2007.
Sementara itu defisit anggaran akibat impor komoditas holtikultura yang meningkat 66 persen hanya dalam waktu setahun. Pada 2006 sejumlah US$ 150 juta dan menjadi US$ 250 juta pada tahun lalu.
ARTI EKAWATI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|