Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sistem Resi Gudang Akan Diberlakukan Nasional
Rabu, 16 April 2008 | 19:48 WIB

TEMPO Interaktif, Indramayu:Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, pemerintah akan mendorong diberlakukannya sistem resi gudang di tempat lain. Tujuannya untuk melindungi petani pada saat harga gabah saat panen dan melembungnya harga beras saat panceklik. "Tujuan sistem resi gudang adalah untuk memberdayakan perekonomian berbasis kerakyatan," ujarnya pada saat penyerahan empat resi gudang di Indramayu, Rabu (16/4).

Menurut dia, sistem resi gudang bisa dijadikan agunan untuk mendapatkan kredit. Bank Indonesia, kata Mari, sudah mengakui sistem resi gudang bisa dijadikan agunan. "Pemerintah bisa mengendalikan stok dan harga komoditas," katanya.

Mari menjelaskan, sistem resi gudang akan berhasil bila pengembangan produktifitas pertanian dilakukan secara komprehensif. "Mulai dari pembenihan, perawatan hingga pasca tanam harus diperhatikan. Mutu terbaik, harga terbaik akan menjadikan penghasilan terbaik bagi petani," ujarnya.

Pemerintah memperkirakan jumlah kucuran kredit dari jaminan sistem resi gudang di Indramayu hingga 16 April 2008 sebesar Rp 875 juta atau setara 500 ton gabah. Adapun kapasitas gudang sistem resi gudang di Indramayu saat ini sebanyak 3.000 ton.

Deputi Agro Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Agus Pakpahan menyatakan investasi sektor pertanian di Indrmayu akan mencapai triliunan rupiah. Menurut dia, dengan luas areal sawah 200 ribu hektar dibutuhkan modal sekitar Rp 8 triliun. "Karena setiap 10 ribu hektar butuh investasi Rp 400 miliar," katanya.

Direktur Keuangan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Abdul Salam mentargetkan, ekspansi kredit tahun ini naik 20-25 persen dari outstanding Rp 114 triliun dibandingkan 2007 sekitar Rp 20 triliun. "Untuk resi gudang istilahnya menyundul langit, unlimited," katanya. Pihaknya akan melayani berapapun permintaan kredit pertanian.

Wakil Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Indramayu Muhammad Sumardjo menilai, implementasi resi gudang masih menemukan banyak hambatan di lapangan. Dia menjelaskan, hambatan tersebut antara lain terbatasnya jumlah gudang penyimpan hasil pertaniandan dan sikap petani yang tidak sabar dengan sistem tunda jual produk yang diagunkan tersebut.

Pada tahun ini, kata dia, produktifitas pertanian turun dibandingkan tahun lalu. Anjloknya hasil panen karena serangan hama keresek saat ini sebesar 3,5-4 ton.

RR ARIYANI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121425 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data