Rencana Impor Daging Sapi dari Brasil Ditentang

Kamis, 17 April 2008 | 02:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah kalangan menentang rencana pemerintah membuka keran impor daging sapi dari Brasil dan Uruguay. Alasannya ternak dua negara di Amerika Latin itu belum bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) dan sapi gila. “Rencana itu menodai prestasi Indonesia sebagai negara bebas penyakit mulut dan kuku dan sapi gila," kata Sofyan Sudrajat, mantan Direktur Jendral Peternakan di Jakarta kemarin.

Soehadji, mantan Direktur Jendral Peternakan lainnya menambahkan Indonesia akan merugi besar jika penyakit sapi tersebut masuk lewat daging impor. Dia mencontohkan, Inggris menderita kerugian sebesar 75 miliar poundsterling setahun (sekitar Rp 1.350 triliun) akibat merebaknya PMK dan sapi gila. Adapun Amerika Serikat menderita kerugian US$ 5 miliar per hari (sekitar Rp 16.790 triliun per tahun). Australia merugi Rp 11,5 triliun per tahun, dan Argentina Rp 5,4 triliun selama setahun

Dia menilai pemerintah hanya melihat kepentingan jangka pendek dengan mengimpor daging dari Brasil dan Uruguay. Padahal dampak jangka panjangnya jauh lebih serius.

Protes juga muncul dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Sekjen HKTI Rachmat Prambudi mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tegas terhadap impor daging. "Lakukan pengawasan maksimum terhadap semua negara pengimpor daging,” ujarnya

Saat ini Indonesia masih mengimpor daging sapi. Pada 2007, konsumsi daging nasional mencapai 396.600 ton, sedangkan produksinya hanya 344.800 ton. Tahun lalu, pemerintah mengimpor daging dan jeroan sapi sebanyak 64.100 ton. Pada tahun ini dan 2009, Departemen Pertanian menaikkan volume impor daging dan jeroan sapi serta sapi bakalan rata-rata di atas 10 persen. Departemen Pertanian menargetkan swasembada daging sapi pada akhir 2009.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Departemen Pertanian Turni Rusli Saymsudin menjelaskan, salah satu pertimbangan pemerintah mengimpor daging dari Brasil karena peternakan di negara tersebut sangat potensial. Brasil merupakan negara eksportir utama daging sapi dunia. Ada 102 negara yang mengimpor daging dari negeri ini. Bahkan Australia yang merupakan salah satu negara bebas PMK dan sapi gila juga mengimpor daging dari Brazil.

Tapi, Turni menegaskan, impor daging dari Brasil dan juga Uruguay itu masih sekadar wacana. Departemen Pertanian saat ini masih terus mengevaluasinya. “Belum ada keputusan pemerintah soal impor daging dari Brazil,” kata dia kepada Tempo di Jakarta kemarin.

Turni mengatakan, memang perlu ada kajian lebih lanjut atas rencana impor daging tersebut karena kedua negara itu belum dinyatakan sepenuhnya bebas penyakit sapi menular. ”Akan ada tim evaluasi yang ditunjuk menteri,” katanya. Evaluasi yang akan dilakukan bukan hanya untuk mencegah ancaman kesehatan, tetapi juga faktor kehalalannya.

Pada 2007, total populasi sapi di Brasil mencapai 150 juta ekor, dengan produksi daging karkas sapi sebesar 9.470 metrik ton setahun. Total ekspor daging Brasil mencapai 2.400 metrik ton per tahun.

Fanny Febyanti

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :