Rupiah Berpeluang Stabil
Kamis, 17 April 2008 | 09:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai tukar rupiah dalam perdagangan hari ini diprediksi stabil. Salah satu pemicunya kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Kenaikan di bursa merupakan sinyal positif, berarti akan ada pembelian (rupiah) oleh asing," ujar pengamat Farial Anwar kepada Tempo, Kamis (17/4).
Dia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran terendah 9.170-9.180 per dolar. Adapun untuk nilai tukar tertinggi, Fahrial memprediksi di level 9.200. Dalam penutupan perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah berada dalam kondisi stabil 9.185 dari posisi sebelumnya 9.188.
Namun, kata dia, pelaku pasar harus berhati-hati terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus membuat rekor baru US$ 115 per barel. "Harga minyak ini bisa berdampak negatif," ujarnya.
Sebab, dia melanjutkan, bisa mempengaruhi subsidi bahan bakar minyak dan pembelian dollar untuk membeli minyak meski telah ada koordinasi dari pemerintah. "Selain itu, tingkat inflasi juga tinggi," kata Farial.
Tentang Indeks saham Bursa Indonesia, dia mengatakan sulit memprediksi pergerakannya. "Unpredictable, fluktuasi IHSG sangat tajam," kata dia. Pergerakan IHSG cenderung mengekor kondisi pasar bursa Dow Jones. "Kalau rupiah bisa diprediksi, saham sudah tak ada teorinya. Membingungkan," tambahnya.
Dia mengatakan, indeks saham akan mengekor bursa Dow Jones yang kemarin mengalami reli perdagangan. "Kelihatannya begitu (ikut Dow Jones)," ujarny
RIEKA RAHADIANA
Topik :




Komentar Anda :