|
Minyak Melejit, Pemerintah Prioritas Penghematan
Kamis, 17 April 2008 | 15:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) telah mencapai angka US$ 103 per barrel. Oleh karenanya, pemerintah akan mengedepankan opsi penghematan untuk menutup defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu menyatakan bahwa semua opsi akan terus dipantau. “Kita selalu memantau perkembangan dan keseluruhan APBN, tidak hanya satu pos saja,” katanya kepada wartawan di Kantor Menkeu, Kamis (17/4).
Menurut dia, penghematan merupakan opsi yang akan dilaksanakan pertama kali. Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan mengoptimalkan penerimaan yang bisa dilakukan. “Itu pilihan utamanya, karena core-nya di situ,” katanya.
Dia juga menambahkan, untuk masalah penyesuaian harga bahan bakar, sampai saat ini masih terus melihat kemungkinan yang dapat terjadi. “Pokoknya semua opsi akan dilakukan. Ini bukan yang pertama kali kita lakukan.Kita sudah berpengalaman melakukan penyesuaian,’ katanya.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|