Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Optimistis Produksi Minyak Tercapai
Kamis, 17 April 2008 | 19:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimistis target produksi minyak yang diangkat (lifting) sebesar 927 ribu barel dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2008 bakal tercapai. Wakil Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Abdul Muin mengatakan, saat ini ifting sudah mencapai 920 ribu barel.

Menurut Muin, angka produksi tersebut belum memperhitungkan stok yang belum terangkat sekitar 57 ribu barel. "Kalau ditambahin itu sudah 977 ribu barel," ujarnya, Kamis (17/4).

Sebelumnya, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu meragukan target lifting 927 ribu barel bisa tercapai. Kegagalan produksi minyak akan mempengaruhi besaran subsidi pada anggaran.

Muin mengatakan, meskipun produksi minyak Cepu tidak termasuk dalam hitungan, target lifting tetap tercapai. Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil-Pertamina tersebut akan produksi akhir 2008 sebesar 20 ribu barel.Alasannya, rata-rata produksi per tahun harus dibagi 12, sementara produksi baru di penghujung tahun.

Untuk memenuhi target tersebut, kata dia, sekitar 50 lapangan terlantar dan 200 lapangan tua dan kecil akan segera dikerjakan. Ditambah 35 lapangan enhance oil recovery (EOR) Pertamina dengan potensi 50 ribu barel per hari.

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Departemen Energi R. Priyono membenarkan adanya 50 lapangan terlantar yang akan dikembangkan. "Itu lapangan yang sudah tidak ekonomis untuk ukuran perusahaan besar," katanya. Menurut dia, rencana pengembangan lapangan beberapa lapangan akan dipercepat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Luluk Sumiarso mengatakan, pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Maret lalu, harga minyak mentah Indonesia tembus US$ 103 per barel.

Muin meminta pemerintah berhati-hati jika ingin menerapkan pajak tambahan bagi industri minyak akibat lonjakan harga minyak dunia. Menurut dia, rencana tersebut bisa berdampak negatif bagi perkembangan investasi di Tanah Air. "Investor akan lari jika pemerintah menerapkan kebijakan berlebihan," katanya.

NIEKE INDRIETTA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Purnomo: Kepala BP Migas Harus Tekan Biaya Produksi
Yudhoyono Desak Kenaikkan Produksi Minyak
Kalla: Kenaikan Harga Minyak Dunia Masih Aman
300 Hektar Sawah Jadi Lahan Minyak
Musibanyuasin Berminat Kelola Sumur Minyak Tua
Bojonegoro Minta Menteri Energi Urus Sumur Tua
Dana Perbaikan Gedung Sekolah Dipotong 5 Persen
Hari Ini Libur Khusus Daerah Aceh
Gugatan Pemilihan Kepala Daerah Banten Marak
Warga Perumahan Tanggulangin Tagih Lapindo
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121516 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data