|
Investor Incar Pengolahan Karet
Kamis, 17 April 2008 | 19:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa investor dari Cina, Korea dan Jepang mengincar investasi pengolahan karet di Tanah Air. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) melihat investasi pengolahan karet sudah tak memadai karena saat ini sudah terjadi kekurangan bahan baku karet. "Investor dari Cina, Korea dan Jepang mereka rencana investasi pengolahan karet," kata Direktur Eksekutif Gapkindo, Suharto Honggokusumo, Kamis (17/4).
Menurut Suharto, investor ini menjadi konsumen bahan baku karet untuk diolah menjadi produk hilir, diantaranya ban. Saat ini kapasitas terpasang pengolahan karet diperkirakan 3,2 juta ton. Adapun, bahan baku karet yang tersedia hanya 2,2 juta ton. "Sekarang terjadi kelebihan kapasitas terpasang pabrik 971 ribu ton," ujarnya.
Jika investasi asing dibiarkan masuk, kata Suharto, akan terjadi perebutan bahan olah karet rakyat yang tak sehat. "Akan mengabaikan mutu bongkar dan pabrik dengan kapasitas rendah terancam gulung tikar," katanya.
Gapkindo, kata Suharto mengusulkan pentingnya rekomendasi untuk setiap permohonan investasi baru ke Departemen Pertanian. "Perlu rekomendasi mengenai ketersediaan bahan olah karet alam rakyat di wilayah investasi yang diajukan," katanya.
YULIAWATI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|