Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengembangan Kawasan Terganjal Lahan
Kamis, 17 April 2008 | 19:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Program pemerintah kawasan siap bangun dan lingkungan siap bangun terganjal ketersediaan lahan. Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy’ari mengatakan, pihaknya hanya bisa mendorong program ini. "Masalahnya, lahan punya pemerintah daerah," ujarnya, Kamis (17/4).

Menurut dia, dalam program lingkungan siap bangun disyaratkan luas daerah yang dikembangkan minimal 50 hektar. "Tidak mungkin di Pulau Jawa karena lahannya sangat terbatas," katanya.

Pelaksanaan lingkungan siap bangun praktis hanya bisa dilakukan di luar Pulau Jawa karena pemerintah daerah dan kota kesulitan mendapatkan lokasi seluas itu. Salah satu daerah yang dikembangkan pemerintah, yaitu Talang Kelapa, Palembang.

Permasalahan lain, kata Yusuf, kecilnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program tersebut. "Sangat sedikit," ujarnya. Untuk menarik peran swasta, pemerintah harus memberikan banyak insentif kepada pengusaha.

Yusuf mengatakan, saat ini pemerintah hanya mampu memberikan stimulus berupa detail engineering design dan infrastruktur dasar seperti jalan poros. "Itupun sangat sedikit," katanya.

Pengamat properti Tjuk Kuswartoyo berpendapat ada tiga hal yang menjadi pangkal masalah pengembangan kawasan. "Trio masalah. Institusi, tanah, dan pembiayaan," katanya.

Tjuk menjelaskan, hingga kini pemerintah belum bisa mendudukkan perumahan dalam konteks pembangunan yang besar. "Koordinasi perumahan di Indonesia tidak jelas di bawah siapa," ujarnya. Hal ini mengakibatkan pengembangan kawasan di Indonesia sporadis.

RIEKA RAHADIANA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bank Diminta Seleksi Konsumen Rusunami
Perumnas Incar Lahan BUMN
Lippo Akan Bangun Properti Rp 11 Triliun
2.500 Unit Rumah Susun Siap Dipasarkan
Harga Maksimum Rumah Sederhana Rp 55 Juta
Investasi Ciputra World Rp 6 Triliun
Kenaikan Rumah Sederhana Dimumkan April
Lima Tower Rumah Susun Selesai Agustus
Rusun Kemayoran Tunggu Revisi PP 6/2006
Lippo Karawaci Bangun 50 Mall Hingga 2010
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121522 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pensiunan Gugat PT Telkom Indonesia Rp 56 Miliar
Kejaksaan Periksa Perusahaan Terkait Alat Tes Flu Burung
Penahanan dan Penggeledahan PT Pos Mendesak
Korban Taksi Maut di Jalan Tol Bertambah
Jamaah Haji Beresiko Tinggi Alami Gangguan Kesehatan Dapat Kartu Kendali

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data