Kalimantan Tengah Kembangkan Peternakan Sapi Potong
Senin, 21 April 2008 | 12:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi yang terus meningkat di masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengembangkan peternakan sapi potong dengan luasan areal yang dicadangkan mencapai 50 Hektar (Ha).
Kepala Dinas Kehewanan Kalteng Tute Lelo kepada wartawan di Palangkaraya, Senin (21/4),menjelaskan,ada dua alternatif daerah yang nantinya akan dijadilkan lokasi peternakan yakni Desa Pangkoh di Kabupaten Pulang Pisau dan Desa Tangkiling di Kota Palangkaraya.
"Salah satu daerah ini nantinya akan dipilih sebagai lolaksi pembibitan, alasannya karena didaerah tersebut sudah banyak peternak sapi sehingga sumber daya manusia (SDM) sudah teruji dan mereka sudah paham seluk beluk memelihara sapi, Selain itu ketersediaan pakan tenak seperti rumput juga tersedia disana"ujarnya.
Untuk tahap awal menurutnya, Dinas Peternakan Kalteng, pada 2008 ini membuka sekitar 50 hektar (Ha) lahan dengan melakukan pembebasan lahan yang didukung dana dari APBD Kalteng, dan pada 2009 bisa langsung melakukan pembibitan.
"Kami juga segera mendatangkan 200 ekor bibit sapi potong dari Bali, namun karena saat ini Bali belum mengijinkan pengeluaran sapi potong dari wilayahnya maka kita akan mencari sapi sejenis didaerah lain," ujarnya.
Pembukaan lahan peternakan sapi potong ini jelas Tute Lelo semuanya akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah, namun tidak menutup kemungkinan bila ada investor yang mau menanamkan uangnya dipeternakan ini tetap diterima.
Sementara menyinggung masalah tenaga kerja termasuk tenaga ahli dan tenaga medisnya akan direkrut tenaga setempat dan untuk tenaga medisnya akan didatangkan dari Dinas Peternakan Kalteng.
Saat ini menurut Tute Lelo tingkat kebutuhan akan daging sapi potong meningkat di Kalteng bahkan diatas rata-rata nasional. Bila angka nasional perkapita 7 kalori sementara untuk Kalteng mencapi 8 kalori.
Karana WW





