Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Meski Diduga Ada Penyelundupan Beras

Perdagangan Beras Antar Pulau Tak Diatur
Selasa, 22 April 2008 | 13:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menilai saat ini belum perlu mengatur perdagangan antar pulau untuk komoditi beras. Pasalnya, aturan tersebut dinilai hanya akan memperpanjang rantai distribusi beras dan merugikan konsumen karena akan ada kenaikan harga.

"Aturan antar pulau tidak diberlakukan dengan pertimbangan kita tidak ingin menghambat distribusi bahan pokok masyarakat," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Ardiansyah Parman, Selasa (22/4) di Jakarta.

Selain itu, menurut dia, saat ini lebih banyak daerah yang tercatat defisit ketimbang surplus beras. Dari 33 provinsi yang ada, hanya sekitar 11 provinsi yang surplusnya melebihi 100 ribu ton diantaranya: Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.

"Oleh karena itu kalau dilakukan pengaturan (antar pulau), kita khawatir terjadi hambatan," jelas Ardiansyah.

Kendati selisih harga beras di dalam dan luar negeri saat ini tinggi dan menjadi daya tarik segelintir pihak, pemerintah yakin aturan ekspor beras sudah cukup untuk mencegah ekspor ilegal. Peraturan Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/4/2008 tersebut dinilai Ardiansyah, telah menegaskan tidak boleh ekspor beras sebelum stok dalam negeri dipenuhi.

"Aturan justru membatasi kebebasan ekspor, jadi untuk kontrolnya hanya satu pintu yaitu melalui Bulog dengan pola ijin yg disetujui Departemen Perdagangan. Kalaupun Bulog mau ekspor tapi tidak dpt izin, ya tidak bisa ekspor," tuturnya.


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121761 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data