close

Program Penghematan Listrik dan Minyak Dikebut

Selasa, 22 April 2008 | 17:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mempercepat semua kemungkinan penghematan di sektor kelistrikan dan perminyakan untuk menekan himpitan lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat menyemtuh level US$ 117 perbarel terhadap subsidi anggaran di anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2008.

Demikian hasil Rapat yang dipimpin Oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memakan waktu sampat empat jam di Kantor Wapres Selasa (22/4). Dalam rapat ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PGN) dan PT. Pertamina diminta agar mempercepat program penghematan agar subsidi yang dipatok pada asumsi harga minyak mentah US$ 95 perbarel tidak melonjak.

Hadir dalam rapat ini Menteri Koordinator Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta,Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa Direktur PT. PLN Fahmi Mochtar dan Wakil Direktur PT.Pertamina Iin Arifin Tahyan.

Menurut Fahmi, percepatan penghematan dari sektor kelistrikan yaitu mempercepat penggunaan bahan bakar pembangkit dari solar ke gas yang dijadwalkan semula pada 2009 di dua pembangkit Muara Karang dan Cilegon dikebut menjadi tahun ini."Ini bisa hemat Rp 5 triliun," kata dia.

Program percepatan lainnya, PLN juga akan mempercepat penggunaan solar bakar untuk kapal atau marine fuel oil pengganti solar yang biasa dipakai pembangkit. Penghematannya bisa mencapai Rp 3500 perliter dengan nilai penghematan sebesar Rp 1,5 sampai Rp 2 triliun. "Kami akan percepat upaya penghematan pada situasi seperti ini," kata dia.

Disamping itu, PLN juga akan segera melakukan sosialisasi terhadap pelanggan untuk mengehat penggunaan listrik. Penggunaan AC diminta tidak kurang dari 25 derajat celcius. Listrik untuk rumah tangga, bisnis, dan pemerintah juga dihimbau menghemat. "Kalau tida dipakai dimatikan, gunakan jugaLampu hemat energi, tayangan TV tidak larut malam, dan begitu juga pemakaian listrik di supermarket," kata dia.

Presiden, ujar Fahmi, akan mencanangkan upaya penghematan ini. Setiap kantor juga akan diminta membentuk dewan pengawas agar penghematan bisa dilakukan secara efektif. "Ini menuntut kesadaran pelanggan, ada juga program desentif dan insentif," kata dia.

Disektor perminyakan, menurut Wakil Direktur Utama Pertamina Iin Arifin Tahyan, Percepatan di sektor ini menyangkut percepatan program konversi minyak tanah gas dari semula pada 2008 sebanyak 15 juta kepala keluarga menjadi 20 juta kepala keluarga.Targetnya pada 2008 dicapai konversi sebantak 2 juta kilo liter tanah ke gas."kami juga menyerukan masyarakat hemat memakai bahan bakar bersubsidi," kata dia.

Anton Aprianto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan