Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pedagang Ancang-Ancang Naikkan Harga Beras
Rabu, 23 April 2008 | 02:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga beras diperkirakan bakal melonjak setelah pemerintah menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) beras sekitar Rp 200-300 per kilogram. Produsen di beberapa sentra beras kini menahan berasnya sambil menunggu kejelasan dari pemerintah.

Menurut pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang Nellys Soekidi, harga beras diperkirakan bakal naik dalam dua minggu mendatang. "Beberapa sentra produksi sudah ada indikasi menahan berasnya untuk dijual," katanya, Selasa (22/4). Menurut dia, penumpukan stok tersebut karena menunggu HPP baru dari pemerintah. "Sikap pemerintah yang tidak jelas malah mengganjal stabilisasi harga."

Dia mengatakan, seharusnya pemerintah tidak mengeluarkan wacana HPP atau kebijakan ekspor beras sebelum kondisi stabil. "Saat ini harga beras jenis IR 64-3 masih Rp 4.200, besok bisa melonjak," ujar Nellys.

Pemerintah kemarin mengeluakan Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2008 tentang Kebijakan Perberasan. Dalam keputusan tersebut pemerintah menetapkan harag pembelian pemerintah untuk gabah kering giling petani naik Rp 200 menjadi Rp 2.200 per kilogram, harga gabah kering Bulog naiki Rp 240 menjadi Rp 2.840 per kilogram dan harga beras Bulo naik menjadi Rp 4.300 dari Rp 4.000 per kilogram. Untuk program tersebut pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 triliun dengan target pengadaan tiga juta ton.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Martin Panggabean menyatakan, kenaikan HPP akan mengurangi penyelundupan beras ke luar negeri. Menurut dia, selama ini harga jual beras yang rendah di dalam negeri dibandingkan luar negeri menyebabkan penyelundupan.

Martin mengatakan, dari sisi konsumen kenaikan harga tidak menguntungkan konsumen. Penyebabnya, karena daya beli masyarakat berkurang akibat kenaikan harga. "Anggaran untuk program beras miskin akan membesar," katanya.

Deputi Menteri Kordinator Bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Khrisnamurti menyatakan, kenaikan HPP untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menaikkan pendapatan petani. Selain itu kebijakan itu untuk meningkatkan ketahanan pangan. "Program ini diharapkan mampu menghadapi tekanan kenaikan harga pangan dan energi," katanya.

Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar menyatakan, telah menginstruksikan kepada subdivisi regional dan divisi regional untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Menurut dia, HPP yang ditetapkan sekarang sudah cukup sesuai dengan harapan petani.

Dia menjelaskan, Bulog telah menambah dana untuk membeli beras dari Rp 13 triliun menjadi Rp 15 triliun. Anggaran tersebut diperoleh dari kredit yang diberikan Bank Bukopin, Bank Mandiri dan Bank BRI.

Mustafa mengatakan, semua pinjaman yang dilakukan Bulog dijamin pemerintah. "Pasti terbayar dan tidak ada risiko," katanya. Dia menambahkan, bunga pinjaman yang diberikan bank turun menjadi 10 persen dari 11-12 persen.

Hingga kini cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sebesar 1,4 juta ton. Pembelian beras Bulog pada April hingga kemarin sebesar 775 ribu ton. Jumlah itu mendekati target sebesar 960 ribu ton.

ALI NY | RR ARIYANI | GUNANTO ES | EKO NOPIANSYAH


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Pertanian: Tidak Ada Rekomendasi Ekspor Beras
Petani Minta Harga Beli Gabah Dinaikkan
Produksi Beras untuk Kebutuhan Dalam Negeri
Pengadaan Beras Nasional 2,43 juta Ton
Perkebunan Akan Disiapkan Menjadi Lahan Tanaman Pangan
Petani Korban Banjir Dapat Bantuan Benih
Harga Beras Naik Akibat Aksi Borong
NTB Sumbang 1,65 Juta Ton Gabah Kering Giling
Kebutuhan Pokok Lebaran di Jakarta Aman
Benih Padi Bantuan Banyak yang Rusak
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121810 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Wakil Presiden Tutup Raimuna IX
God Save the Queen di Silverstone
Pemerintah Banyuwangi Alokasikan Biaya Berobat Keluarga Miskin
Mayoritas SD Negeri di Kabupaten Malang Belum Bersertifikat
Panwas Protes KPU Jawa Timur

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data