|
Pemerintah Naikkan Target Konversi Minyak Tanah ke Elpiji
Rabu, 23 April 2008 | 17:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menaikkan target konversi minyak tanah ke elpiji tahun ini, dari 15 juta menjadi 20 juta Kepala Keluarga (KK).
Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Iin Arifin Takhyan mengatakan peningkatan target tersebut merupakan bagian dari upaya menekan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) karena kenaikan harga minyak mentah dunia. "Kami akan berusaha target 20 juta KK tercapai," kata Iin di Gedung Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Rabu (23/4).
Iin menjelaskan, dari target 15 juta KK, pengguna minyak tanah yang telah beralih ke elpiji mencapai 16 persen.
Dia melanjutkan, untuk mencapai peningkatan target konversi, Pertamina akan meminta pabrikan tabung dan pemasok gas untuk memenuhi target tersebut.
Dari sisi pabrikan, menurut Iin, departemen perindustrian telah menyatakan sanggup menambah pasokan tabung. "Kalau menurut Menperin mampu," ujarnya.
Anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo mengatakan bahwa konsumsi minyak tanah hingga kini masih di bawah kuota subsidi. "Minyak tanah 4-5 persen di bawah kuota," katanya.
Kuota minyak tanah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan 2008 sebesar 7,56 juta KL. Harga keekonomian minyak tanah saat ini sekitar Rp 8.000 per liter. Namun minyak tanah dijual dengan harga sekitar Rp 2.000 per liter, sehingga pemerintah harus menanggung selisih harga tersebut dalam bentuk subsidi. Besarnya subsidi yang harus ditanggung pemerintah, memunculkan program konversi minyak tanah ke elpiji.
NIEKE IDRIETTA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|